Jumlah Kematian akibat Covid-19 di Israel Tembus 1.500 Orang

Kompas.com - 29/09/2020, 15:15 WIB
Seorang pria Yahud Ultra Ortodox mengenakan masker dan pelindung muka (face shield) tengah berjalan di jalanan Yerusalem pada 11 September 2020. Israel pada pekan ini bakal menerapkan lockdown kedua sebagai bagian dari membendung peningkatan kasus virus corona. AFP PHOTO/EMMANUEL DUNANDSeorang pria Yahud Ultra Ortodox mengenakan masker dan pelindung muka (face shield) tengah berjalan di jalanan Yerusalem pada 11 September 2020. Israel pada pekan ini bakal menerapkan lockdown kedua sebagai bagian dari membendung peningkatan kasus virus corona.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Data Kementerian Kesehatan Israel terbaru menunjukkan, jumlah kematian akibat virus corona mencapai 1.507 dengan 19 kematian baru tercatat pada Senin (28/9/2020) malam waktu setempat.

Dengan demikian, lebih dari 500 kematian baru tercatat dalam sekitar tiga pekan terkahir.

Peningkatan angka kematian karena virus corona itu tercatat bersamaan dengan peningkatan tes dan jumlah pasien dengan diagnosis gejala positif virus corona yang parah.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperkirakan jumlah kasus infeksi virus corona dengan gejala serius berpotensi meningkat 1.500 pada akhir pekan, seperti dilansir Time of Israel pada Selasa (29/9/2020), para pejabat mengkhawatirkan lockdown dapat berlangsung beminggu-minggu lebih lama dari rencana.

Baca juga: Sebut Virus Corona Hoaks, Politikus Ini Meninggal karena Covid-19

Setelah berakhirnya Hari Raya Yahudi, Yom Kippur, polisi bersiap untuk meningkatkan
penegakan hukum mulai Selasa, menurut laporan Channel 12.

Puluhan pos pemeriksaan akan diadakan di jalan raya antarkota, dengan pemeriksaan kendaraan yang ketat, peningkatan pemeriksaan di pusat perdagangan dan bisnis, serta tindakan hukuman bagi mereka yang melawan peraturan kesehatan.

Pembatasan juga akan dilakukan untuk kunjungan di sinagoga yang dianggap sebagai lokasi berisiko tinggi penyebaran virus corona.

Baca juga: Anjing Pendeteksi Virus Corona di Bandara Finlandia, Bagaimana Cara Kerjanya?

“Di mana kami melihat pelanggaran (aturan), dan kami telah melihat lebih dari beberapa pelanggaran pekan lalu, kami akan memberikan denda juga,” kata Kepala Inspektur Roee Waldman, Kepala Departemen Investigasi Polisi.

Kepala departemen virus corona di Pusat Medis Ichilov Tel Aviv, Guy Choshen, mengatakan kepada Channel 12 pada Senin malam bahwa rumah sakit telah kewalahan menangani pasien yang terus meningkat, terutama dari kasus serius yang membutuhkan ventilator, dalam beberapa hari terakhir.

“Kami melihat peningkatan jumlah pasien yang datang dan dengan terpaksa dialihkan ke fasilitas lain, seperti hotel (penanggulangan darurat virus corona),” kata Choshen.

Baca juga: Tak Percaya Trump, New York Akan Uji Sendiri Vaksin Corona

Merespons jumlah peningkatan kasus dan potensi 1.500 kasus virus corona baru, Netanyahu akan mengadakan rapat kabinet pada Rabu (30/9/2020).

Dalam sebuah pernyataan pihaknya menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 yang sakit parah mencapai 772 pada Senin malam, dan tidak segera jelas mengapa dikhawatirkan jumlah itu akan berlipat ganda dalam 2 hari.

Menurut berita Channel 12, Netanyahu yakin lockdown nasional dapat diperpanjang hingga sekitar 1 bulan dalam upaya untuk menahan wabah infeksi virus corona yang melonjak.

Baca juga: Wabah Corona di Universitas, 1.700 Mahasiswa di Manchester Diminta Karantina Mandiri

Kabinet penanganan virus corona juga akan membahas penetapan tujuan dan indikator untuk kebijakan virus corona yang bertahap, mulai dari lockdown nasional kedua Israel, perkembangan vaksin, hingga pembelian serta penggunaan rapid test Covid-19.

Para menteri akan membahas status penegakan peraturan negara, serta meningkatkan denda dan sanksi bagi mereka yang terbukti melanggar pembatasan.

Kabinet juga akan membahas penggunaan alat digital untuk memerangi pandemi virus corona, serta kampanye terfokus pada penggunaan masker dan penerapan social distancing.

Selain itu, sistem pendidikan, rencana untuk sekolah buka kembali, hingga bantuan untuk para lansia, juga turut akan dibicarakan dalam rapat kabinet.

Sementara pada Selasa, parlemen Israel akan memperbarui diskusi tentang undang-undang yang melarang demonstrasi besar dan selanjutnya membatasi ibadah bersama sebagai bagian dari lockdown.

Baca juga: Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X