Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes "Whistleblower"

Kompas.com - 28/09/2020, 16:51 WIB
Dokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi. Weibo via BBCDokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah kota Beijing di China akan melindungi tenaga kesehatan ( nakes) whistleblower yang "tidak membahayakan" dalam undang-undang baru.

UU tersebut disahkan beberapa bulan setelah meninggalnya Dr Li Wenliang, karena memperingatkan para pihak berwenang di awal pandemi Covid-19.

Setelah kematian dokter mata tersebut, para pemimpin China menghadapi gelombang kemarahan publik. Dr Li Wenliang sendiri meninggal karena Covid-19 di Wuhan, kota tempat penyakit itu pertama kali muncul.

Baca juga: Lahirkan Anak Kedua, Istri Dr Li Wenliang: Suamiku, Bisakah Kamu Melihat dari Surga?

Dia berusaha memperingatkan para pihak berwenang tentang penyakit baru itu, tapi malah ditegur karena "menyebarkan rumor".

Kemudian nakes whistleblower lainnya di Wuhan mengatakan ke media China, mereka dihukum oleh pemerintah karena membicarakan wabah tersebut tanpa izin dari atasan.

Undang-undang yang baru di Beijing ini menyatakan, siapa pun yang peringatannya bisa diverifikasi akan mendapat hadiah dan tidak dikenakan hukuman. UU baru ini akan berlaku mulai Jumat (2/10/2020).

Baca juga: China Sebut Dokter Li Wenliang, Whistleblower Virus Corona, sebagai Martir

Akan tetapi peraturan tersebut tidak mencakup siapa pun yang "memalsukan atau dengan sengaja menyebarkan informasi palsu" tentang menyebarluaskan keadaan darurat kesehatan masyarakat, menurut pemberitahuan pemerintah pada Sabtu (26/9/2020) yang dikutip AFP.

UU baru ini serupa dengan UU darurat kesehatan masyarakat yang disahkan pemerintah kota Shenzhen pada Agustus, yang juga berjanji untuk melindungi whistleblower "tidak membahayakan" dari konsekuensi hukum.

UU tersebut adalah yang pertama di "Negeri Panda".

Sejak awal wabah virus corona pada Januari, otoritas China telah bertindak keras terhadap penyebaran rumor Covid-19, dengan menyelidiki dan menahan ratusan orang di seantero negeri.

Baca juga: Polisi Minta Maaf atas Hukuman ke Dr Li Wenliang, Warganet: Pergilah Minta Maaf ke Kuburannya


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X