Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Kompas.com - 27/09/2020, 19:39 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad AFP/Mohd RasfanMantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

Mahathir Mohamad menuai rekor sebagai pemimpin terpilih tertua di dunia tatkala dia menang bersama koalisi Pakatan Harapan pada 2018.

Dia sebelumnya sudah memegang catatan sebagai PM terlama dalam sejarah "Negeri Jiran", ketika memimpin pada periode 1981 sampai 2003 silam.

Baca juga: Dituduh Mahathir Memecah Dukungan Melayu, Ini Jawaban Syed Saddiq

Pemilu di tengah Covid-19 adalah ide buruk

Dalam kesempatan tersebut, Mahathir juga ditanya terkait kemungkinan Malaysia menggelar pemilu di tengah mewabahnya Covid-19.

Pertanyaan itu diajukan mengingat mantan sekutunya, Anwar Ibrahim, mengklaim dia mendapatkan suara mayoritas untuk menggulingkan PM saat ini, Muhyiddin Yassin.

Terdapat rencana jika Raja Malaysia tidak merestui Anwar, maka opsi lainnya adalah membubarkan parlemen dan menggelar pemilu dini.

Mahathir Mohamad menjawab bahwa dalam kondisi normal, Muhyiddin bisa mengakhiri pemerintahannya demi memberikan jalan bagi pemilihan.

"Tapi saat ini, negara tengah menghadapi masalah Covid-19. Dampaknya adalah pembengkakan biaya bagi pemilu. Belum lagi potensi orang terpapar," jelasnya.

Dia menyatakan jika pemilu nekat dijalankan, maka banyak orang bakal terpapar virus corona dan meninggal. Dia pun meminta agar kesehatan tak dikorbankan demi politik.

Baca juga: Mahathir: Muhyiddin, Perdana Menteri yang Lemah dan Tak Berdaya

Halaman:

Sumber Mothership
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X