Intelijen Korsel Yakin Pejabat Mereka Tak Dibunuh dan Dibakar atas Perintah Kim Jong Un

Kompas.com - 27/09/2020, 15:07 WIB
Foto tak bertanggal yang dirilis kantor berita Korea Utara KCNA pada 12 September 2020 menunjukkan Kim Jong Un meninjau proyek restorasi di Unpha County, Provinsi Hwanghae Utara. AFP/KCNA VIA KNS/STRFoto tak bertanggal yang dirilis kantor berita Korea Utara KCNA pada 12 September 2020 menunjukkan Kim Jong Un meninjau proyek restorasi di Unpha County, Provinsi Hwanghae Utara.

SEOUL, KOMPAS.com - Intelijen Korea Selatan ( Korsel) meyakini, pejabat mereka dibunuh dan dibakar tidak atas perintah Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Park Jie-won, Kepala Dinas Intelijen Nasional menyatakannya dalam pertemuan tertutup dengan anggota komite telik sandi parlemen.

Keyakinan itu diambil ketika Korsel melihat reaksi Korea Utara saat menerima pesan tertulis melalui Komisi Gencatan Senjata Militer di Komando PBB.

Baca juga: Warga Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar oleh Tentara Korea Utara

"Saya berkeyakinan perintah itu tidak datang atau pun dilaporkan kepada Pemimpin Kim Jong Un. Namun melalui komandan lokal," jelas Park.

Dia juga menuturkan berdasarkan informasi rahasia yang mereka peroleh, Korea Selatan tidak melihat adanya pergerakan Kim dalam pembunuhan itu.

Dilansir Yonhap Jumat (25/9/2020), ketegangan berawal ketika Seoul menyatakan pejabat mereka yang bekerja di departemen perikanan dibunuh.

Si pejabat yang disebut hendak membelot ke Korea Utara itu ditembak mati setelah diinterogasi pada Selasa (22/9/2020), dengan jenazahnya kemudian dibakar.

Saat itu, negara penganut ideologi Juche tersebut membakar mayat si pejabat sebagai prosedur pencegahan dari wabah virus corona.

Pemerintah "Negeri Ginseng" kemudian mengecam Pyongyang karena melakukan "aksi brutal", dan mendesak agar tetangganya itu melakukan penyelidikan.

Insiden tersebut sampai ke telinga Kim Jong Un, yang melakukan sebuah keputusan langka: melontarkan permintaan maaf kepada Korea Selatan.

Korea Utara juga menyatakan, mereka akan memulai proses pencarian jenazah itu, dan akan diserahkan ke Korsel jika berhasil ketemu.

Lebih lanjut, kakak si pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengkritik Seoul karena dianggap gagal sudah membiarkan adiknya itu lewat perairan.

"Dalam langkah tak terduga, Korea Utara mengirim surat permintaan maaf atas nama Kim Jong Un. Tapi militer tak menghubungi keluarga," kata dia.

Entah adiknya benar-benar membelot atau tak sengaja masuk perairan Korut, si kakak menyatakan seharusnya Korsel bisa peka menanggapinya.

Baca juga: Kim Jong Un Minta Maaf soal Pejabat Korsel yang Ditembak dan Dibakar


Sumber Yonhap
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X