PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

Kompas.com - 26/09/2020, 18:54 WIB
Dalam foto yang dibuat dari video UNTV ini, Scott Morrison, Perdana Menteri Australia, berbicara dalam pesan yang telah direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat, 25 September 2020, di Markas Besar PBB AP/UNTVDalam foto yang dibuat dari video UNTV ini, Scott Morrison, Perdana Menteri Australia, berbicara dalam pesan yang telah direkam sebelumnya yang diputar selama sesi ke-75 Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat, 25 September 2020, di Markas Besar PBB

CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Sabtu (26/9/2020) mengatakan bahwa negara-negara di dunia harus melakukan segala upaya untuk memahami asal muasal Covid-19.

Komentar itu dinilai dapat memperburuk hubungan Australia dengan China yang sebelumnya sudah memanas akibat isu rasial dan pandemi.

Melansir Asia Nikkei, berbicara di hadapan Sidang Umum PBB, Morrison mengatakan bahwa penyelidikan terhadap asal muasal virus corona akan meminimalkan ancaman pandemi global lainnya.

"Virus ini telah mengakibatkan bencana bagi dunia dan rakyatnya. Kita harus mengupayakan segala hal untuk memahami apa yang terjadi agar hal serupa tidak terulang kembali," ujar Morrison via telekonferensi video.

Baca juga: Perdana Menteri Australia, Scott Morrison Anggap Hanya Dirinya yang Lihat Jangka Waktu Lama Tentang Virus Corona

"Ada mandat yang jelas untuk mengidentifikasi asal penyakit zoonosis Covid-19 dan bagaimana penyakit itu bisa menular ke manusia," imbuhnya.

Pernyataan Morrison itu serupa dengan yang dia ucapkan sebelumnya di awal tahun, menegangkan relasi antara Australia dengan China.

Di awal tahun, Morrison memimpin tuntutan global untuk menyelidiki asal-usul Covid-19. China dengan tegas menolak langkah itu, dengan Duta Besar China untuk Canberra memperingatkan bahwa seruan penyelidikan akan merusak hubungan perdagangan.

Sejak itu, China menerapkan sanksi dagang kepada Australia. China menangguhkan beberapa impor daging sapi yang secara teknis dan dan efektif memblokir perdagangan senilai 439 juta dollar AS dengan memberlakukan tarif 80,5 persen pada impor Australia.

Baca juga: 2 Jurnalis Asing Kabur, China Tuduh Kedubes Australia Halangi Penyelidikan

China juga meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor anggur Australia.

Sementara itu, Australia juga meminta semua negara untuk berbagi vaksin Covid-19 jika ada yang mengembangkannya.

Australia awal tahun ini menandatangani perjanjian vaksin dengan AstraZeneca, dengan gelombang pertama dijadwalkan dikirim pada Januari 2021 jika uji cobanya terbukti berhasil.

Australia juga berjanji akan berbagi pasokan vaksin dengan negara-negara Kepulauan Pasifik yang lebih kecil.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X