Menjelang Pemilu AS, Kepemilikan dan Penjualan Senjata Meningkat

Kompas.com - 26/09/2020, 16:39 WIB
Ilustrasi senjata api. Ilustrasi senjata api.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menjelang pemilu AS 2020, jumlah kepemilikan senjata meningkat signifikan secara nasional, bersamaan dengan munculnya berbagai kerusahan politik-sosial.

Menurut data FBI, kepemilikan senjata di AS 93 persen lebih banyak secara nasional dari Maret hingga Juli pada tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hak kepemilikan senjata kemudian menjadi sorotan di tengah banyaknya kerusahan atas beragam persoalan yang mewarnai politik-sosial di AS dalam beberapa bulan terakhir.

Melansir New York Post pada Kamis (24/9/2020), peningkatan kepemilikan senjata diklasifikasikan bervariasi di beberapa daerah "swing state", dan menuai beragam perdebatan, menurut Cook Political Report.

Menurut Departemen Luar Negeri AS pada bulan lalu, menyebutkan "swing state" yang diklasifikasikan mengalami peningkatan kepemilikan senjata, di antaranya adalah Arizona, Florida, Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin, lalu diikuti New Hampshire, dan North Carolina.

: Jet Tempur China Terus Berseliweran, Taiwan Keluarkan Senjata Perang

Sementara itu, Donald Trump dan lawan politiknya Joe Biden memiliki pandangan berbeda ihwal kepemilikan senjata pribadi ini.

Calon presiden petahanan telah berulang kali berjanji untuk "selalu menjunjung tinggi hak untuk membela diri".

Sedangkan, pasangan calon presiden Biden dan wakil presiden Kamala Harris, telah berjanji untuk memberlakukan pembatasan seputar kepemilikan senjata api.

Baca juga: Senjata Perang Dunia II Meledak saat Dibersihkan, 2 Penjinak Bom Tewas

Pembatasan dimulai dengan mandat penggunaan smart gun dan inisiatif pembelian kembali, untuk membatasi jumlah senjata api yang dapat dibeli seseorang per bulan dalam sekali pembelian.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Global
AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

Global
Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Global
Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Global
Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Global
Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Global
Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Beri Hak Suara Lebih Awal

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Beri Hak Suara Lebih Awal

Global
Bunuh Pejabat Korea Selatan, Korea Utara Justru Salahkan Seoul

Bunuh Pejabat Korea Selatan, Korea Utara Justru Salahkan Seoul

Global
China Bantah Tuduhan Menlu AS dan Balik Serang

China Bantah Tuduhan Menlu AS dan Balik Serang

Global
Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Global
Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Global
[POPULER GLOBAL] 3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal | Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

[POPULER GLOBAL] 3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal | Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Global
Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

Global
komentar
Close Ads X