Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Kompas.com - 25/09/2020, 18:05 WIB
Raja Malaysia ke-16, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, didampingi Ratu Tunku Hajah Azizah Aminah MAimunah Iskandariah, memberi hormat saat upacara penyambutan di Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Kamis (31/1/2019). AFP / MOHD RASFANRaja Malaysia ke-16, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, didampingi Ratu Tunku Hajah Azizah Aminah MAimunah Iskandariah, memberi hormat saat upacara penyambutan di Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Kamis (31/1/2019).

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah tidak akan menggelar audiensi dengan siapa pun selama sepekan karena dia sedang berada di rumah sakit.

Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pejabat istana pada Jumat (25/9/2020) ketika pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, ingin menemuinya untuk membentuk sebuah pemerintahan baru.

Sebelumnya, Anwar mengatakan bahwa dia telah mengantongi suara mayoritas "kuat dan tangguh" dari anggota parlemen untuk menggulingkan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Tetapi dia harus meyakinkan Sultan Abdullah bahwa dia memiliki jumlah suara yang pasti untuk membentuk pemerintahan sebagaimana dilansir dari The Straits Times.

Baca juga: Musuh Politik Bebuyutan, Akankah UMNO Lapangkan Jalan Anwar Ibrahim Jadi PM?

Anwar sebelumnya dijadwalkan untuk bertemu Sultan Abdullah pada Selasa (22/9/2020). Namun pertemuan tersebut ditangguhkan karena Raja tidak sehat dan harus dibawa ke rumah sakit.

Gejolak politik di Malaysia baru-baru ini terjadi hanya berselang tujuh bulan setelah Muhyiddin naik menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Muhyiddin, yang memiliki suara mayoritas tipis di parlemen, telah menolak klaim Anwar dan menantangnya untuk membuktikannya melalui proses konstitusional.

Raja Malaysia tidak sekadar memainkan peran seremonial di Malaysia. Dia juga dapat menunjuk perdana menteri yang menurutnya kemungkinan akan memimpin mayoritas di parlemen.

Baca juga: Raja Malaysia Pegang Kunci Apakah Anwar Ibrahim Akan Jadi PM Malaysia

Selain itu, Dia juga memiliki kekuatan untuk membubarkan parlemen dan memicu pemilihan atas saran perdana menteri.

"Yang Mulia telah dinasehati oleh dokternya untuk tetap di (rumah sakit) selama tujuh hari untuk observasi. Jadi sampai saat itu, dia tidak akan mengadakan pertemuan," kata Pengawas Istana Ahmad Fadil Shamsuddin kepada Reuters.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Khawatir Ancaman dari Dalam, Personel Garda Nasional Diperiksa FBI

Global
Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Partai Republik Serukan Persatuan meski Enggan Akui Biden Menang secara Adil

Global
Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Para Pemohon Grasi Dikabarkan Bayar Sekutu Trump untuk Lobi Presiden AS

Global
Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Kronologi Tewasnya Pramugari Christine Dacera, CCTV Rekam Belasan Pria Keluar Masuk Kamarnya

Global
Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Kerusuhan Remaja di Tunisia, Tandai 10 Tahun Sejak Pengunduran Diri Ben Ali

Global
Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Turki Dituduh “Korbankan” Muslim Uighur demi Vaksin Covid-19

Global
10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

10 Pendaki Nepal Ukir Sejarah dengan Taklukkan Gunung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

3 Negara Kepung Rusia, Kecam Penangkapan Alexei Navalny

Global
Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Terjadi Kematian Driver Ojek Online Makanan di China Selama Pandemi Covid-19, Perusahaan Disalahkan

Global
Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Mesir Temukan Kuil Ratu Neit dan Kertas Berisi Mantra dari 'Dunia Bawah'

Global
Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Tahanan Palestina Dapat Vaksin Covid-19 di Penjara Israel

Global
Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Australia Batal Bunuh Joe, Merpati yang Sempat Diduga Terbang dari AS

Global
Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Pekerja Malaysia Bagikan Kisah Pengalaman Vaksinasi di Singapura

Global
Alexei Navalny Ditahan Rusia Saat Mendarat di Moskwa

Alexei Navalny Ditahan Rusia Saat Mendarat di Moskwa

Global
Presiden Palestina Rencanakan Pemilu Pertama Setelah 15 Tahun, Warga Tak Yakin Demokrasi Tercapai

Presiden Palestina Rencanakan Pemilu Pertama Setelah 15 Tahun, Warga Tak Yakin Demokrasi Tercapai

Global
komentar
Close Ads X