Indonesia Bakal Jadi Salah Satu Negara Pertama Penerima CoronaVac dari China

Kompas.com - 25/09/2020, 15:14 WIB
Calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). AFP/NOEL CELISCalon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020).

BEIJING, KOMPAS.com – Indonesia, Brasil, dan Turki akan menjadi negara penerima vaksin corona asal China jika sudah benar-benar lolos uji klinis fase ketiga.

Ketika negara tersebut juga merupakan tempat digelarnya uji klinis fase ketiga dari kandidat vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech tersebut.

Dilansir dari Sputnik News via Bernama, Jumat (25/9/2020), CEO SinoVac Biotech Yin Weidong mengatakan, pihaknya telah memulai uji klinis fase ketiga di tiga negara tersebut.

Waktu dimulainya uji klinis fase ketiga tersebut adalah Brasil pada 21 Juli, Indonesia pada 1 Agustus, dan Turki pada 16 September.

Baca juga: Sinovac Optimistis Vaksin Virus Corona Siap Awal 2021

“Kami juga telah menerima persetujuan untuk uji klinis di Bangladesh… Gelombang pertama akan didistribusikan berdasarkan prioritas di China, dan secara paralel di negara-negara dengan uji klinis, yaitu Brasil, Indonesia, dan Turki,” kata Yin.

Yin menambahkan, kandidat vaksin yang diberi nama CoronaVac tersebut telah membangun pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin.

Jika pabrik tersebut telah selesai dibangun, kapasitas produksi vaksin akan berkali-kali lipat menjadi 3 juta dosis dalam satu tahun.

Yin menolak permintaan Sputnik News untuk menyebutkan perkiraan biaya kandidat vaksin virus corona tersebut.

Baca juga: Koran Spanyol Laporkan Hacker China Curi Data Vaksin Corona

Dia beralasan bahwa harga vaksin tersebut akan bergantung pada berbagai macam faktor.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Sinovac Biotech mengatakan bahwa CoronaVac harus siap didistribusikan ke seluruh dunia pada awal 2021.

Hal tersebut diungkapkan pihak perusahaan pada Kamis (24/9/2020).

Baca juga: Trump: April 2021 Semua Warga AS Sudah Dapat Vaksin Corona

Yin berjanji mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk menjual CoronaVac di AS jika berhasil melewati uji klinis fase ketiga.

"Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Segera setelah itu, pada Juni dan Juli, kami menyesuaikan strategi untuk dunia," ujar Yin sebagaimana dilansir ABC News.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X