Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Kompas.com - 24/09/2020, 20:40 WIB
Raja Salman dalam kondisi stabil setelah dikabarkan sakit radang kandung empedu pada Senin (20/7/2020). AP/Amr NabilRaja Salman dalam kondisi stabil setelah dikabarkan sakit radang kandung empedu pada Senin (20/7/2020).

RIYADH, KOMPAS.com - Sekelompok pembangkang Arab Saudi yang diasingkan di negara lain, termasuk Inggris dan Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan peluncuran partai oposisi, perlawanan politik terorganisir pertama di bawah pemerintahan Raja Salman.

Arab Saudi adalah monarki absolut yang tidak mentolerir oposisi politik apa pun, tetapi pembentukan Partai Majelis Nasional (NAP) terjadi pada peringatan berdirinya kerajaan, dan di tengah tindakan keras negara yang berkembang terhadap perbedaan pendapat dan kebebasan berekspresi.

Upaya masa lalu untuk mengatur politik di negara Teluk pada 2007 dan 2011, partai oposisi politik ditindas dan anggotanya ditangkap.

"Dengan ini kami mengumumkan pembentukan Partai Majelis Nasional, yang bertujuan untuk melembagakan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan di kerajaan Arab Saudi," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, pada Rabu (23/9/2020) yang dilansir dari Al Jazeera pada hari yang sama. 

Baca juga: Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan Kejahatan, sebagai Balasan Kritikan

Perkembangan partai oposisi tidak mungkin secara serius merusak otoritas keluarga penguasa paling kuat di dunia Arab.

Namun, itu menimbulkan tantangan baru bagi para penguasa Arab Saudi, ketika mereka tengah berurusan dengan harga minyak mentah yang rendah dan bersiap untuk menjadi tuan rumah KTT G20 pada November di tengah pandemi virus corona.

Partai oposisi politik, NAP, dipimpin oleh aktivis hak asasi manusia terkemuka yang berbasis di London, Yahya Assiri.

Sementara anggotanya, termasuk akademisi Madawi al-Rasheed, peneliti Saeed bin Nasser al-Ghamdi, Abdullah Alaoudh yang berbasis di AS, dan Omar Abdulaziz yang berbasis di Kanada, menurut sumber yang dekat dengan organisasi tersebut, kata kantor berita AFP.

Baca juga: Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

"Kami mengumumkan peluncuran partai NAP pada saat kritis untuk mencoba menyelamatkan negara kami...untuk melembagakan masa depan yang demokratis dan untuk menanggapi aspirasi rakyat kami," kata Assiri, sekretaris jenderal partai NAP kepada AFP.

Assiri, mantan perwira Angkatan Udara Kerajaan Saudi, mendirikan organisasi hak asasi manusia, ALQST.

Halaman:

Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

Global
Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Global
WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

Global
Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Global
Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Global
Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Global
Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Global
Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Global
Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Global
Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Global
Desa di India Gelar 'Nobar' dan Pesta Rayakan Pelantikan Kamila Harris

Desa di India Gelar "Nobar" dan Pesta Rayakan Pelantikan Kamila Harris

Global
Dikosongkan saat Lockdown, Gedung Perkantoran Disulap Jadi Ladang Ganja

Dikosongkan saat Lockdown, Gedung Perkantoran Disulap Jadi Ladang Ganja

Global
Kata-kata Trump Dipakai Greta Thunberg Menyindirnya Balik Saat Lengser

Kata-kata Trump Dipakai Greta Thunberg Menyindirnya Balik Saat Lengser

Global
Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Perang Dunia II

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Perang Dunia II

Global
2 Bom Bunuh Diri Guncang Irak, 20 Orang Tewas

2 Bom Bunuh Diri Guncang Irak, 20 Orang Tewas

Global
komentar
Close Ads X