AS Berjanji Bakal Mempertahankan Keunggulan Militer Israel

Kompas.com - 23/09/2020, 12:23 WIB
Tank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018. AFP / MENAHEM KAHANATank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - AS melalui Menteri Pertahanan Mark Esper menyatakan, mereka berjanji bakal mempertahankan keunggulan militer Israel di Timur Tengah.

Penegasan Esper untuk menjawab rencana "Negeri Uncle Sam" untuk menjual jet tempur generasi kelima F-35 ke Uni Emirat Arab.

Kepada Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz di Pentagon, Esper berujar landasan hubungan pertahanan mereka adalah mempertahankan superioritas Tel Aviv.

Baca juga: Militer Israel Hancurkan 8 Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

"AS berkomitmen akan itu. Begitu juga kementerian pertahanan. Kami akan terus mendukung kebijakan mempertahankan militer Israel," kata dia.

Dia merespons kabar Washington berencana menjual jet tempur F-35 kepada Uni Emirat Arab, yang diyakini sebagai syarat pemulihan relasi dengan Tel Aviv.

Dilansir AFP Selasa (22/9/2020), kabar itu menggelayuti upcara penandatanganan pemulihan antara Tel Aviv dengan UEA dan Bahrain di Gedung Putih pekan lalu.

Saat itu, Presiden Donald Trump menuturkan dia "tidak masalah" jika harus menjual senjata canggih itu kepada UEA, meski Tel Aviv keberatan.

Sejak lama, Israel sudah menentang rencana penjualan F-35 tak hanya kepada UEA. Tetapi juga negara Timur Tengah lain seperti Yordania dan Mesir.

Negara yang terbentuk pada 1948 silam itu khawatir jika penjualan itu terjadi, maka keunggulan militer di kawasan tersebut bakal tereduksi.

Sejak 1960-an, AS sudah berusaha meredam isu itu dengan konsep "keunggulan militer kualitatif (QME), dan diadopsi menjadi undang-undang oleh Kongres.

Tetapi bagi Abu Dhabi, mereka perlu mendatangkan senjata demi menghadapi Iran di Selat Hormuz, yang juga dianggap sebagai ancaman bagi AS dan Israel.

Di Pentagon, Menhan Benny Gantz menegaskan pentingnya relasi bilateral mereka di kawasan, dan menyebut kemitraan itu melebihi QME.

"Selalu yang saya sampaikan, tidak ada AS lain. Begitu juga tidak Israel yang lain. Hubungan ini tak hanya anugerah, tapi juga penting," kata dia.

Baca juga: Militer Israel Terlibat Pertempuran di Perbatasan Lebanon


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Global
Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Global
Twit Viral 'Tombol Diet Coke' Trump Hilang dari Meja Oval Office yang Kini Dipakai Biden

Twit Viral "Tombol Diet Coke" Trump Hilang dari Meja Oval Office yang Kini Dipakai Biden

Global
Informasi Simpang Siur, Garda Nasional Sempat “Diusir” Sebelum Diminta Kembali Masuk Gedung Capitol

Informasi Simpang Siur, Garda Nasional Sempat “Diusir” Sebelum Diminta Kembali Masuk Gedung Capitol

Global
komentar
Close Ads X