Navalny: Ada Racun Novichok di Dalam dan Luar Tubuhku

Kompas.com - 22/09/2020, 10:44 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny bersama istrinya, Yulia, di rumah sakit Berlin, Jerman, pada 21 September 2020. INSTAGRAM @navalny via APPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny bersama istrinya, Yulia, di rumah sakit Berlin, Jerman, pada 21 September 2020.

"Mengingat Novichok ditemukan di tubuhku, dan kemungkinan besar keracunan melalui kontak fisik, pakaianku adalah bukti yang sangat penting," lanjut Navalny di blog.

"Aku meminta pakaianku dikemas dengan hati-hati dalam kantong plastik dan dikembalikan kepadaku."

Baca juga: Kremlin: Barang Buktinya di Luar Negeri, Susah Selidiki Keracunan Navalny

Tokoh oposisi itu mengatakan, akhir pekan lalu dia bisa berjalan dengan "gemetar" dan di hari-hari pertamanya siuman dia butuh terapi untuk membantunya bisa bicara lagi.

Para pendukung Navalny dan pemimpin Eropa berujar, keracunan dari Novichok yang merupakan racun saraf tingkat militer, menunjukkan serangan itu digagas oleh negara.

Polisi transportasi Siberia yang melakukan pemeriksaan dasar terhadap pergerakan Navalny kemarin mengatakan, pihaknya melanjutkan pra-penyelidikan dan telah menanyai sekitar 200 orang.

Namun kepala Yayasan Anti-korupsi milik Navalny, Ivan Zhdanov, berkata para pegawai tidak akan bekerja sama lagi dengan polisi di kota Tomsk, Siberia, karena menuding pihak berwenang berusaka menyembunyikan kejahatan ini.

"Kami tidak akan ambil bagian," tegasnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Ajudan Navalny Temukan Jejak Racun Novichok di Botol dari Hotel

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Umumkan Siap Memimpin di Masa Transisi

Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Umumkan Siap Memimpin di Masa Transisi

Global
Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Internasional
Perang Yaman: 11 Anak Terbunuh dalam 3 Hari, termasuk Bayi Umur 1 Bulan

Perang Yaman: 11 Anak Terbunuh dalam 3 Hari, termasuk Bayi Umur 1 Bulan

Global
AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

Internasional
[POPULER GLOBAL] Selir Raja Thailand Terancam Digulingkan Lagi | Jenazah Pria Ditolak di Pemakamannya

[POPULER GLOBAL] Selir Raja Thailand Terancam Digulingkan Lagi | Jenazah Pria Ditolak di Pemakamannya

Global
Tak Boleh Ada Penjualan Mobil Baru Berbahan Bakar Bensin di Jepang Mulai 2035

Tak Boleh Ada Penjualan Mobil Baru Berbahan Bakar Bensin di Jepang Mulai 2035

Internasional
Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
komentar
Close Ads X