RUU Larangan Rok Mini sedang Digodok, Para Wanita di Negara Ini Protes

Kompas.com - 21/09/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi pakaian terbuka wanita. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAIlustrasi pakaian terbuka wanita.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Ketika Molika Tan, 18 tahun, pertama kali mendengar informasi bahwa pemerintah sedang menyusun aturan denda bagi perempuan Kamboja yang mengenakan pakaian terbuka, ia merasa prihatin dan segera menginisiasi petisi daring untuk menentangnya.

Rancangan undang-undang ketertiban umum yang diusulkan itu akan melarang perempuan Kamboja mengenakan pakaian yang "terlalu pendek atau terlalu menerawang" dan melarang pria bertelanjang dada.

Pemerintah mengklaim RUU itu bertujuan melestarikan tradisi budaya dan martabat sosial masyarakat Kamboja, walaupun memunculkan banyak kritikan.

Baca juga: Intip Lebih dari 800 Rok Wanita, Pelaku Upskirting Singapura Dipenjara

Molika memandang rancangan regulasi tersebut sebagai serangan terhadap kebebasan perempuan.

Molika Tan bertanya, Mengapa saya harus didenda untuk pakaian yang saya kenakan?MOLIKA TAN via BBC INDONESIA Molika Tan bertanya, Mengapa saya harus didenda untuk pakaian yang saya kenakan?
"Sebagai anak muda Kamboja, saya ingin keluar rumah dengan perasaan aman dan mengenakan pakaian yang nyaman. Saya ingin dapat mengekspresikan diri melalui pakaian yang saya kenakan dan tidak dibatasi oleh pemerintah, " dia berkata.

"Saya yakin ada cara lain untuk menegakkan tradisi budaya daripada sekadar menerapkan aturan yang melarang perempuan mengenakan rok pendek."

Petisi online-nya dimulai pada bulan lalu dan sejauh ini telah menerima lebih dari 21.000 tanda tangan.

Baca juga: Serangan Lebah Membunuh Bocah 5 Tahun di Kamboja

Banyak perempuan di Kamboja telah mengunggah foto diri mereka mengenakan pakaian renang atau celana pendek untuk meningkatkan kesadaran.SOPHEARY OU via BBC INDONESIA Banyak perempuan di Kamboja telah mengunggah foto diri mereka mengenakan pakaian renang atau celana pendek untuk meningkatkan kesadaran.
Banyak perempuan di Kamboja telah berbagi pandangan melalui media sosial dengan mengunggah foto diri mereka disertai tulisan, "Apakah saya akan didenda karena ini?" ditambah tanda pagar #mybodymychoice.

"Kami selalu diharapkan untuk bersikap patuh pada laki-laki," kata Molika, yang mempercayai bahwa perilaku dibentuk oleh kode etik tradisional yang menyebutkan bahwa perempuan harus lembut hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menekan perempuan yang mengenakan pakaian terbuka, dan melarang penyanyi dan aktor menggunakan pakaian tidak pantas.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Global
Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Global
TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

Global
Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Global
Beruang Ini Jadi Model 'Paling Laris' di Rusia

Beruang Ini Jadi Model "Paling Laris" di Rusia

Global
Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Global
Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Global
Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Global
PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut sebagai Ancaman

PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut sebagai Ancaman

Global
PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

Global
Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Global
Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Global
Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Global
Nagorno-Karabakh Menunggu Perang Berhenti dan Berharap Dapat Bangun Kota Kembali

Nagorno-Karabakh Menunggu Perang Berhenti dan Berharap Dapat Bangun Kota Kembali

Global
komentar
Close Ads X