Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah "Penyalahgunaan Kekuasaan"

Kompas.com - 21/09/2020, 10:48 WIB
Democratic presidential candidate and former Vice President Joe Biden speaks about climate change and wildfires affecting western states, Monday, Sept. 14, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Patrick Semansky) Patrick SemanskyDemocratic presidential candidate and former Vice President Joe Biden speaks about climate change and wildfires affecting western states, Monday, Sept. 14, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Patrick Semansky)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menggantikan mendiang Hakim Agung AS, Ruth Bader Ginsburg disebut penantangnya, Joe Biden, sebagai penyalahgunaan kekuasaan.

Melansir BBC, Senin (21/9/2020), pesaing Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden mengatakan bahwa langkah Trump mengganti mendiang Ginsburg sebelum pemilihan presiden AS adalah "penyalahgunaan kekuasaan".

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa pekan depan dia akan mencalonkan seorang wanita untuk menggantikan posisi Ginsburg di Mahkamah Agung AS.

Biden dengan tegas mendesak Senat Republik untuk menunda pemungutan suara konfirmasi terkait rencana itu.

Ginsburg, ikon liberal dan pembawa standar feminis, meninggal pada Jumat kemarin di usia 87 tahun.

Demokrat takut Partai Republik akan memilih pengganti Ginsburg untuk mengunci mayoritas konservatif selama beberapa dekade di pengadilan tertinggi negara itu.

Keseimbangan ideologis dari pengadilan beranggotakan sembilan orang itu sangat penting untuk putusannya tentang masalah paling penting dalam hukum AS.

Baca juga: Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Apa saja yang dikatakan Biden?

Pada Minggu (20/9/2020), Joe Biden yang berpidato di Constitutional Center di Philadelphia mengatakan bahwa presiden Trump telah memperjelas langkahnya sebagai "langkah kekuasaan."

"Konstitusi Amerika Serikat memberikan kesempatan kepada warga Amerika untuk didengarkan, dan suara mereka harus didengar... mereka (pemerintahan Trump) harus menjelaskan, mereka tidak akan mendukung penyalahgunaan kekuasaan ini," katanya.

"Saya mengimbau kepada Senat Partai Republik itu, mohon ikuti hati nurani Anda, biarkan orang-orang berbicara, dinginkan api yang telah melanda negara kita," katanya.

"Jangan memberikan suara untuk mengonfirmasi siapa pun yang dicalonkan dalam situasi yang diciptakan Presiden Trump dan Senator McConnell," imbuh Biden.

Biden mengatakan bahwa jika dia memenangkan pemilihan presiden, calon yang diluncurkan Trump harus ditarik. Dia mengatakan dia kemudian akan berkonsultasi dengan senator dari kedua partai sebelum mengajukan pilihannya.

Dia menambahkan juga bahwa mengeluarkan nama-nama calon Mahkamah Agung yang potensial sekarang adalah keliru, karena ini dapat membuat beberapa calon hakim terkena serangan politik.

Namun dia mengatakan pilihan pertamanya untuk mahkamah agung "akan membuat sejarah" karena Biden akan memilih wanita Afrika-Amerika pertama di pengadilan.

Baca juga: Profil Ruth Bader Ginsburg, Hakim Agung Ternama AS yang Juga Pejuang Hak Perempuan


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliansi Teh Susu: Demonstran Thailand Tiru Taktik Pedemo Hong Kong

Aliansi Teh Susu: Demonstran Thailand Tiru Taktik Pedemo Hong Kong

Global
Misteri Terowongan Bawah Tanah London, Peninggalan Perang Dingin yang Tak Pernah Diungkap

Misteri Terowongan Bawah Tanah London, Peninggalan Perang Dingin yang Tak Pernah Diungkap

Global
Serangan Udara di Afghanistan Menewaskan Anak-anak di Masjid yang Mengaji

Serangan Udara di Afghanistan Menewaskan Anak-anak di Masjid yang Mengaji

Global
Paus Dukung Serikat Sipil LGBTQ, Ini Reaksi Filipina

Paus Dukung Serikat Sipil LGBTQ, Ini Reaksi Filipina

Global
John Chardon Terpidana Kematian Istri asal Surabaya Meninggal di Penjara

John Chardon Terpidana Kematian Istri asal Surabaya Meninggal di Penjara

Global
Jepang Buka Taman Khusus Dewasa, Bintang Porno Telanjang Jadi Bartender

Jepang Buka Taman Khusus Dewasa, Bintang Porno Telanjang Jadi Bartender

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki 'Kontak' dengan Milisi di Suriah

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki "Kontak" dengan Milisi di Suriah

Global
Jusuf Kalla: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

Jusuf Kalla: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

Global
Kisah Misteri: Benarkah Cleopatra Bunuh Diri dengan Ular?

Kisah Misteri: Benarkah Cleopatra Bunuh Diri dengan Ular?

Global
Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertemu Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmad Al Thayyib

Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertemu Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmad Al Thayyib

Global
Ini Dia, Video Games yang jadi Media Kampanye Politik AS di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Dia, Video Games yang jadi Media Kampanye Politik AS di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Jelang Pilpres AS, Beredar Teror Email Berisi Paksaan Memilih Trump

Jelang Pilpres AS, Beredar Teror Email Berisi Paksaan Memilih Trump

Global
Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

Global
Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Global
Cara Aneh Presiden Tanzania Tangani Covid-19, Keampuhan yang Tutupi Sisi Gelap?

Cara Aneh Presiden Tanzania Tangani Covid-19, Keampuhan yang Tutupi Sisi Gelap?

Global
komentar
Close Ads X