Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Kompas.com - 21/09/2020, 10:17 WIB
Eks ahli kimia Rusia Vil Mirzayanov saat difoto di rumahnya di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2013. Mirzayanov mengaku sebagai salah satu ilmuwan pencipta racun saraf Novichok. AFP/DOMINICK REUTEREks ahli kimia Rusia Vil Mirzayanov saat difoto di rumahnya di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2013. Mirzayanov mengaku sebagai salah satu ilmuwan pencipta racun saraf Novichok.

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang ilmuwan yang terlibat dalam program rahasia Soviet untuk menciptakan racun saraf Novichok, meminta maaf ke politisi oposisi Rusia Alexei Navalny.

Navalny kini sedang dalam masa pemulihan di Berlin, usai menjalai perawatan karena keracunan yang diduga akibat Novichok.

Vil Mirzayanov ahli kimia yang pertama kali mengungkap pengembangan Novichok melayangkan permintaan maafnya dalam wawancara di TV Rain Rusia pada Sabtu malam (19/9/2020).

Baca juga: 2 Lab Eropa Konfirmasi Navalny Keracunan Novichok, Rusia Didesak Beri Penjelasan

Dia meminta maaf kepada Navalny setelah Jerman mengatakan menemukan "bukti kuat" dia diracuni dengan Novichok.

Pemimpin oposisi Rusia itu Sabtu kemarin mendeskripsikan gejala parahnya setelah jatuh sakit di pesawat pada 20 Agustus, termasuk tak bisa berbicara, dan susah menuangkan segelas air atau memakai telepon.

"Saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Navalny atas fakta bahwa saya mengambil bagian dalam bisnis kriminal ini," kata Mirzayanov yang sekarang tinggal di AS dan menulis artikel pertama tentang pengembangan Novichok di awal 1990-an.

Baca juga: Kritikus Kremlin, Navalny Unggah Foto Turun Tangga di Instagram Setelah Sadar dari Koma

Permintaan maafnya dilayangkan ketika ilmuwan lain yang berkecimpung di program tersebut menyangkal Navalny mungkin telah diracuni Novichok.

Sejauh ini tiga ilmuwan yang sekarang berusia 70-an tahun telah membuat pernyataan publik setelah mengerjakan proyek rahasia Soviet tersebut.

Mirzayanov juga memperkirakan Navalny akan bisa pulih.

Baca juga: Kremlin: Barang Buktinya di Luar Negeri, Susah Selidiki Keracunan Navalny

"Navalny cuma harus bersabar tetapi pada akhirnya dia akan sehat," kata Mirzayanov memperkirakan pemulihan akan memakan waktu "hampir 1 tahun".

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Seorang Ayah Tega Bunuh 2 Putranya, Lalu Bawa Kabur 2 Putrinya

Global
Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Global
Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Global
Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Global
Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Global
Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Global
Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Global
Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Global
Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Global
Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah 'Nyangkut' di Tembok

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah "Nyangkut" di Tembok

Global
Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Global
Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Global
Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
komentar
Close Ads X