Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Kompas.com - 21/09/2020, 08:56 WIB
Ruth Bader Ginsburg. Hakim Agung Amerika Serikat. Dia meninggal pada Jumat (18/9/2020) di usia 87 tahun. Reuters via BBCRuth Bader Ginsburg. Hakim Agung Amerika Serikat. Dia meninggal pada Jumat (18/9/2020) di usia 87 tahun.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji untuk tidak menunda-nunda mengganti sosok mendiang Ginsburg.

Melansir BBC, Senin (21/9/2020) Trump yang mengadakan kampanye di Carolina Utara, Sabtu (19/9/2020) kemarin mengatakan, "Saya pikir (penggantinya) haruslah seorang wanita karena saya sebenarnya lebih suka wanita lebih banyak (berkecimpung) dibanding pria."

Sebelumnya, Trump juga memuji 2 hakim wanita yang bekerja di Pengadilan Banding Federal negeri itu sebagai pilihan yang paling memungkinkan.

Baca juga: Trump Sebut Hakim Agung Pengganti Mendiang Ginsburg adalah Seorang Wanita Brilian

Kedua hakim itu di antaranya Amy Coney Barrett dan Barbara Lagoa, para konservatif yang akan mendukung keseimbangan di Mahkamah Agung untuk mendukung Partai Republik.

Sementara itu, Demokrat telah menentang keras pencalonan apa pun sebelum pemilihan presiden pada November mendatang.

Alasannya, Senat Republik sebelumnya pernah memblokir pilpres Demokrat Barack Obama untuk pengadilan tinggi AS pada 2016 dan melenggangkan Trump.

Sebelumnya, Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell membenarkan hal itu dan mengemukakan bahwa saat itu adalah tahun pemilihan.

Baca juga: Profil Ruth Bader Ginsburg, Hakim Agung Ternama AS yang Juga Pejuang Hak Perempuan

Tetapi pada Jumat kemarin, Senator McConnell mengatakan dia bermaksud untuk bertindak atas nominasi apa pun yang dibuat Trump dan membawanya ke pemungutan suara di Senat sebelum hari pemilihan.

Pengangkatan hakim di AS merupakan persoalan politik yang artinya presiden bisa memilih siapa yang akan diajukan. Senat kemudian memberikan suara untuk mengonfirmasi atau pun menolak pilihan tersebut.

Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg, satu-satunya wanita kedua yang duduk di Mahkamah Agung, meninggal karena kanker pankreas di rumahnya di Washington DC, AS.

Baca juga: America in Mourning Following Death of Justice Ruth Bader Ginsburg

Ginsburg, yang bertugas selama 27 tahun, adalah satu dari hanya empat tokoh liberal yang menduduki sembilan kursi.

Kematiannya mengartikan bahwa, jika Partai Republik mendapatkan pemungutan suara, keseimbangan kekuasaan akan bergeser secara tegas ke arah konservatif.

Dalam sebuah pernyataan kepada cucunya, beberapa hari sebelum kematiannya, Ginsburg menyatakan "keinginan kuat" untuk tidak diganti sampai presiden baru menjabat.

 


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X