Bobol Fasilitas Latihan Militer Korsel, Pembelot Coba Kembali ke Korut

Kompas.com - 20/09/2020, 12:16 WIB
Seorang prajurit Korea Selatan membuka pintu gerbang menuju salah satu pos pemantauan militer di dekat zona demiliterisasi (DMZ) dan perbatasan Korsel dengan negeri tetangga musuh bebuyutannya, Korea Utara, Rabu (6/11/2013). Kawasan DMZ itu telah menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis, terutama wisatawan asing. KOMPAS/WISNU DEWABRATASeorang prajurit Korea Selatan membuka pintu gerbang menuju salah satu pos pemantauan militer di dekat zona demiliterisasi (DMZ) dan perbatasan Korsel dengan negeri tetangga musuh bebuyutannya, Korea Utara, Rabu (6/11/2013). Kawasan DMZ itu telah menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi turis, terutama wisatawan asing.

SEOUL, KOMPAS.com – Seorang pembelot yang mencoba kembali ke Korea Utara ( Korut) berhasil ditangkap.

Penangkapan pembelot tersebut dilaporkan oleh kepolisian Korea Selatan ( Korsel) pada Minggu (20/9/2020).

Dilansir dari Reuters via The Straits Times, pembelot tersebut melarikan diri dari Korut ke Korsel pada 2018.

Dia diduga membobol fasilitas latihan militer Korsel di kota perbatasan Cheorwon pada Kamis (17/9/2020) agar dapat kembali ke Korut.

Baca juga: Pembelot Korea Utara Sebut Kim Jong Un Dewa yang Bisa Baca Pikiran

"Pria itu sedang dalam penyelidikan polisi. Kami mencari detail mengapa dia mencoba melintasi perbatasan," kata seorang petugas polisi melalui sambungan telepon.

Kendati demikian, petugas kepolisian tersebut tidak memerinci kapan pembelot tersebut berhasil ditangkap.

Pada Juli, seorang pembelot berusia 24 tahun dilaporkan kembali ke Korut.

Dia kembali ke Korut dengan cara melewati selokan drainase dan berenang melintasi Sungai Han ke utara.

Baca juga: Diperkosa bareng Ibunya dan Makan Serangga, Gadis Pembelot Korut Ungkap Masa Kecilnya

Cara dia kembali ke Korut persis seperti cara dia kabur dari negara tersebut pada 2017.

Pelarian pembelot secara ilegal tersebut membuat otoritas Korsel melakukan penyelidikan terhadap unit militer yang bertanggung jawab.

Baca juga: Pembelot Korea Utara Ini Sebut Negaranya sebagai Holocaust di Era Modern


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X