Pembicaraan Damai Masih Berlangsung, Markas Taliban Digempur Serangan Udara

Kompas.com - 20/09/2020, 08:36 WIB
Ilustrasi Serangan Udara oleh Jet Tempur. ThinkstockIlustrasi Serangan Udara oleh Jet Tempur.

KUNDUZ, KOMPAS.com – Markas Taliban di timur laut Afghanistan dibombardir oleh dua serangan udara di tengah pembicaraan damai.

Serangan kembar angkatan udara Afghanistan di Kunduz, Afghanistan, tersebut menewaskan sedikitnya 12 warga sipil dan menimbulkan 10 korban luka-luka.

Dilansir dari Sky News, Sabtu (19/9/2020), serangan itu terjadi ketika Pemerintah Afghanistan dan Taliban mengadakan pembicaraan untuk menyelesaikan perdamaian.

Seorang Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bahwa lebih dari 40 milisi Taliban juga tewas dalam serangan itu.

Baca juga: Taliban Mau Gencatan Senjata kalau Anggotanya Dibebaskan

Di sisi lain, Taliban tidak mengonfirmasi apakah ada korban di antara para milisinya.

Seorang anggota parlemen yang mewakili Kunduz, Fatima Aziz, mengatakan serangan yang pertama menghantam markas Taliban.

“Tetapi (serangan) yang kedua menyebabkan korban sipil saat mereka berkumpul di lokasi yang dibom," kata Fatima Aziz.

Awal tahun ini, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa tentara Afghanistan berada di balik pembunuhan sedikitnya 23 warga sipil, termasuk anak-anak.

Baca juga: Perundingan Damai BersejarahAfghanistan-Taliban Dimulai

Ketika itu mereka melakukan serangan dengan mortir ke markas Taliban. Namun mereka meleset dari target dan malah menyerang pasar hewan ternak.

Pemerintah Afghanistan dan Taliban saat ini tengah mengadakan pembicaraan damai di Doha, Qatar, tempat Taliban mempertahankan kantor politiknya.

Pembicaraan tersebut bertujuan untuk mengakhiri kecamuk perang yang berlangsung selama puluhan tahun antara Taliban dengan Pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Setelah 2 Dekade Berperang, Tercapaikah Pembicaraan Damai Taliban dengan Pemerintah Afghanistan?

Halaman:

Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X