Jadi Tahanan akibat Kasus Pemerkosaan, Gelar Kehormatan Inggris Harvey Weinstein Dicabut

Kompas.com - 19/09/2020, 21:34 WIB
Harvey Weinstein berbicara dalam putusan pengadilan terkait kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan yang dilakukannya terhadap belasan wanita. Para korban juga hadir dalam persidangan tersebut. New York City, New York Rabu 11 Maret 2020.
REUTERS/JANE ROSENBERGHarvey Weinstein berbicara dalam putusan pengadilan terkait kasus kekerasan seksual dan pemerkosaan yang dilakukannya terhadap belasan wanita. Para korban juga hadir dalam persidangan tersebut. New York City, New York Rabu 11 Maret 2020.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris pada Jumat (18/9/2020) mencopot penghargaan maestro film, produser Harvey Weinstein yang telah berkontribusi terhadap industri film Inggris karena terbukti bersalah dalam kasus pemerkosaan.

Melansir ABC News, Weinstein (68) sebelumnya diberi penghargaan pada tahun 2004. Mantan produser Hollywood itu dijatuhi hukuman awal tahun ini atas pemerkosaan dan penyerangan seksual terhadap 2 wanita dan divonis 23 tahun penjara.

Puluhan tuduhan dilayangkan oleh para wanita pada tahun 2017 mengarah pada akhir karier Weinstein dan mendongkrak gerakan masif perjuangan global #MeToo yang menuntut agar pria yang punya kuasa dimintai pertanggungjawabannya atas pelanggaran seksual yang mereka lakukan.

Baca juga: Terbukti Perkosa Belasan Perempuan, Harvey Wenstein Dipenjara 23 Tahun

“Sang Ratu telah memerintahkan agar pengangkatan Harvey Weinstein menjadi Komandan Kehormatan Divisi Sipil Ordo Paling Unggul Kerajaan Inggris, tertanggal 19 Januari 2004, dibatalkan dan namanya akan dihapus dari daftar yang diberikan penghargaan,” ungkap pemberitahuan Kerajaan Inggris dikutip The Gazette, catatan publik resmi Inggris.

Tim penyita dapat mencabut kehormatan Harvey Weinstein atas persetujuan ratu.

Weinstein sendiri pernah menjadi salah satu orang paling kuat di Hollywood, penghargaan Weinstein termasuk untuk film "The English Patient", "Good Will Hunting", dan "Shakespeare In Love."

Baca juga: Terpidana Kasus Pemerkosaan Harvey Weinstein Positif Virus Corona

Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (12/3/2020), Harvey dinyatakan bersalah dalam persidangan di New York pada bulan Februari lalu.

Harvey menghadiri putusan pengadilan pada Rabu (11/3/2020) dengan kursi roda. Pengacaranya meminta keringanan hukuman.

Namun jaksa berpendapat Weinstein harus diberikan hukuman maksimal. Karena, tindakannya telah menganiaya beberapa wanita dan kurangnya penyesalan atas apa yang telah dia perbuat.

Harvey melakukan pidato pengadilan pertama kalinya pada putusan kemarin, dan mengatakan dirinya sangat menyesal.

Baca juga: Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita, #MeToo Banjiri Media Sosial Mesir


Sumber ABC News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X