Trump Dianggap Lebih Percaya Magis daripada Sains, Ini Faktanya...

Kompas.com - 17/09/2020, 20:48 WIB
Presiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington. AP/Patrick SemanskyPresiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington.

KOMPAS.com - Ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kerap mengulangi sebuah kalimat yang terdengar seperti mantra, "(Virusnya) akan (segera) hilang".

Sejak Februari tahun ini, Trump kerap mengatakan bahwa virus corona akan segera "hilang" setidaknya sebanyak 15 kali, terakhir pada 15 Mei menurut catatan CNN.

"(Virusnya) akan (segera) hilang suatu hari nanti," kata Trump pada 27 Februari. "Seperti keajaiban."

Lepas dari prediksi Trump, virus corona faktanya masih belum hilang. Sebaliknya, virus ini justru menular cepat dan masif, menewaskan lebih dari 190.000 orang di AS sendiri.

Namun, penulis biografi Trup mengatakan bahwa sikap "meremehkan" itu adalah cara Trump belajar bagaimana membuat realitas versinya sendiri. Sebuah pelajaran yang dia dapatkan di tempat yang tak dia duga, di sebuah gereja.

Baca juga: Pernyataan Trump soal Vaksin Covid-19 Berbeda dengan Pakar Kesehatan AS

Bukan percaya magis, hanya berpikir positif

Menurut Trump, itu disebut "kekuatan berpikir positif" yang dia dengar sendiri dari sang guru, seorang pendeta Manhattan bernama Norman Vincent Peale, seorang motivator religi.

"Dia anggap saya adalah murid terhebatnya sepanjang masa," kata Trump.

Meski memang tidak diragukan lagi, kekuatan berpikir positif telah membawa Trump jauh melampaui berbagai kegagalan bisnis hingga menjabat di kantor paling kuat di dunia.

Trump telah berulang kali memuji Peale yang meninggal pada tahun 1993 dan berpikir positif dengan membantunya melalui masa sulit.

"Saya menolak untuk terseret ke dalam pemikiran negatif di tingkat mana pun, bahkan ketika indikasinya tidak bagus," kata Trump tentang awal 1990-an, ketika kasino-kasino miliknya menurun dan dia berutang miliaran dolar kepada kreditor.

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Dimediasi AS, Azerbaijan-Armenia Sepakati Gencatan Senjata Ketiga

Global
Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Penggunaan 2 Vaksin Influenza di Singapura Dihentikan, Ini Sebabnya

Global
Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Muncul 137 Kasus Baru Covid-19, China Langsung Tes 4,75 Juta Warga Xinjiang

Global
Nge-'Like' Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Nge-"Like" Foto Kepala Guru yang Dipenggal di Perancis, Pria Ini Diadili

Global
Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Ada Tembakan Nyasar, Iran Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Azerbaijan-Armenia

Global
PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

PM Bulgaria Positif Covid-19, Tambah Daftar Kepala Negara yang Terinfeksi

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Brunei Mati Muda | Final Debat Capres AS

Global
Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
komentar
Close Ads X