Ribuan Peziarah Yahudi Tertahan Tak Bisa Masuk Ukraina karena Virus Corona

Kompas.com - 17/09/2020, 18:48 WIB
Penjaga perbatasan Ukraina memblokir jalan di perbatasan Belarus-Ukraina, di Belarus, Selasa, 15 September 2020. Sekitar 700 peziarah Yahudi terjebak di perbatasan Belarus karena pembatasan corona yang melarang mereka memasuki Ukraina. Ribuan peziarah mengunjungi kota itu setiap September untuk merayakan Rosh Hashana, tahun baru Yahudi. Namun, Ukraina menutup perbatasannya pada akhir Agustus di tengah lonjakan infeksi Covid-19. Penjaga perbatasan Ukraina memblokir jalan di perbatasan Belarus-Ukraina, di Belarus, Selasa, 15 September 2020. Sekitar 700 peziarah Yahudi terjebak di perbatasan Belarus karena pembatasan corona yang melarang mereka memasuki Ukraina. Ribuan peziarah mengunjungi kota itu setiap September untuk merayakan Rosh Hashana, tahun baru Yahudi. Namun, Ukraina menutup perbatasannya pada akhir Agustus di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

KIEV, KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 orang Yahudi Ortodoks tertahan di perbatasan Belarus- Ukraina, setelah upaya mereka memasuki Ukraina untuk berziarah keagamaan, ditolak mentah-mentah karena masalah virus corona.

Video pemerintah Ukraina dari tempat kejadian menunjukkan ratusan pria dan anak laki-laki menunggu di sepanjang jalan raya di Belarus untuk mencoba memasuki Ukraina.

Melansir CNN pada Rabu (16/9/2020), di antara para Yahudi yang menunggu itu, ada yang mendirikan tenda setelah menunggu semalaman.

Penjaga perbatasan dengan helm dan pelindung tubuh berjaga membentuk barisan barikade yang menghalangi para peziarah masuk ke negara yang sudah ditutup untuk orang asing sejak Agustus.

Baca juga: Uni Eropa Anggarkan Bantuan Dana ke Indonesia Total Rp 3,5 Triliun untuk Atasi Virus Corona

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri, pemerintah Ukraina telah mengeluarkan perintah untuk menutup perbatasannya dengan orang asing dari 28 Agustus hingga 28 September untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dinas perbatasan Ukraina melaporkan bahwa sebagai bentuk kepedulian, pihaknya telah memberi makanan dan air untuk para peziarah.

Di Ukraina adalah tempat pemakaman akhir abad ke-18 untuk Rabbi Nachman dari Breslov, cicit pendiri gerakan Hasid, Baal Shem Tov.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Wali Kota New York dan 495 Stafnya Bakal Dirumahkan

Makamnya berada di kota Uman, menjadi situs ziarah yang sering dikunjungi oleh kaum Yahudi ultra-Ortodoks menjelang Rosh Hashanah, perayaan Tahun Baru Yahudi, yang dimulai pada Jumat malam tahun ini.

Avraham Shapira, seorang peziarah Israel yang berada di perbatasan dengan anak-anaknya, mengatakan kepada CNN bahwa dia telah memesan penerbangan langsung dari Tel Aviv ke Kiev 4 minggu lalu, karena dia mendengar perbatasan akan ditutup.

Saat sampai di bandara, katanya, penerbangan dibatalkan dan dia memesan tiket baru ke Kiev lewat London.

Baca juga: Para Pemimpin Bisnis Peringatkan Semua Negara untuk Tidak Lakukan Nasionalisme Vaksin Virus Corona

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Preview Debat Capres AS Terakhir: 'Mute' Mikrofon dan Biden yang Terbuai

Preview Debat Capres AS Terakhir: "Mute" Mikrofon dan Biden yang Terbuai

Global
Aliansi Teh Susu: Demonstran Thailand Tiru Taktik Pedemo Hong Kong

Aliansi Teh Susu: Demonstran Thailand Tiru Taktik Pedemo Hong Kong

Global
Misteri Terowongan Bawah Tanah London, Peninggalan Perang Dingin yang Tak Pernah Diungkap

Misteri Terowongan Bawah Tanah London, Peninggalan Perang Dingin yang Tak Pernah Diungkap

Global
Serangan Udara di Afghanistan Menewaskan Anak-anak di Masjid yang Mengaji

Serangan Udara di Afghanistan Menewaskan Anak-anak di Masjid yang Mengaji

Global
Paus Dukung Serikat Sipil LGBTQ, Ini Reaksi Filipina

Paus Dukung Serikat Sipil LGBTQ, Ini Reaksi Filipina

Global
John Chardon Terpidana Kematian Istri asal Surabaya Meninggal di Penjara

John Chardon Terpidana Kematian Istri asal Surabaya Meninggal di Penjara

Global
Jepang Buka Taman Khusus Dewasa, Bintang Porno Telanjang Jadi Bartender

Jepang Buka Taman Khusus Dewasa, Bintang Porno Telanjang Jadi Bartender

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki 'Kontak' dengan Milisi di Suriah

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki "Kontak" dengan Milisi di Suriah

Global
Jusuf Kalla: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

Jusuf Kalla: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

Global
Kisah Misteri: Benarkah Cleopatra Bunuh Diri dengan Ular?

Kisah Misteri: Benarkah Cleopatra Bunuh Diri dengan Ular?

Global
Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertemu Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmad Al Thayyib

Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertemu Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmad Al Thayyib

Global
Ini Dia, Video Games yang jadi Media Kampanye Politik AS di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Dia, Video Games yang jadi Media Kampanye Politik AS di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Jelang Pilpres AS, Beredar Teror Email Berisi Paksaan Memilih Trump

Jelang Pilpres AS, Beredar Teror Email Berisi Paksaan Memilih Trump

Global
Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

Global
Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Taiwan: Impor Senjata Rp 26,4 Triliun dari AS, Bukan untuk Berlomba dengan China

Global
komentar
Close Ads X