Dampak Virus Corona, Wali Kota New York dan 495 Stafnya Bakal Dirumahkan

Kompas.com - 17/09/2020, 12:36 WIB
NEW YORK, AMERIKA SERIKAT - Walikota Bill de Blasio mengadakan konferensi pers mengenai coronavirus di New York, Amerika Serikat pada 23 April 2020. De Blasio mengumumkan bahwa sekitar 2 juta warga New York dapat menghadapi kerawanan pangan selama krisis akibat coronavirus yang melintasi negara. REUTERS Handout / Latin America News AgeNEW YORK, AMERIKA SERIKAT - Walikota Bill de Blasio mengadakan konferensi pers mengenai coronavirus di New York, Amerika Serikat pada 23 April 2020. De Blasio mengumumkan bahwa sekitar 2 juta warga New York dapat menghadapi kerawanan pangan selama krisis akibat coronavirus yang melintasi negara.

NEW YORK, KOMPAS.com - Wali Kota New York Bill de Blasio mengumumkan, dia dan hampir 500 stafnya bakal dirumahkan guna mengatasi krisis anggaran akibat virus corona.

Dalam pengumumannya, semua pegawai balai kota bakal menjalani furlough (cuti tak dibayar) selama satu pekan antara Oktober dan Maret 2021.

Berdasarkan pemberitaan New York Times, kebijakan furlough ini bakal berimbas tak hanya kepada wali kota, tetapi juga 495 pegawai.

Baca juga: Diculik dan Dipamerkan di Kebun Binatang New York, Ini Kisah Tragis Ota Benga

Keputusan itu diambil karena kota berjuluk Big Apple itu kehilangan pendapatan hingga 9 miliar dollar AS (Rp 133,7 triliun) karena virus corona.

Dilansir Sky News, Rabu 916/9/2020), mereka terpaksa melakukan pemotongan anggaran tahunan hingga 7 miliar dollar AS (Rp 104 triliun).

Bill de Blasio mengatakan, dengan dirinya dan ratusan staf dirumahkan, mereka bisa menghemat setidaknya 1 juta dollar AS (Rp 1,8 miliar).

Menurut wali kota 59 tahun itu, dia bakal mengupayakan mengenai sistem penggajian baru kepada serikat pekerja agar tidak membebani kas kota.

Dia mengaku membuat keputusan yang membuatnya "harus menyakiti pegawai dan keluarganya" tidaklah mudah. "Namun saat ini, hanya inilah caranya," kata dia.

Selain menerapkan cuti tal dibayar, Blasio juga menerangkan bahwa untuk tahun ini, bujet bagi kantornya menyusut sekitar 12 persen.

Baca juga: Tragedi 9/11, New York Tetap Gelar Peringatan di Tengah Krisis Pandemi

Dia menekankan, sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai pemotongan gaji bagi pegawai kota Big Apple. "Tapi, saya tak tahu masa depan," jelasnya.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X