Pertama Kali dalam 175 Tahun, Majalah Scientific American Dukung Capres AS Biden

Kompas.com - 16/09/2020, 17:14 WIB
Calon Presiden Partai Demokrat Joe Biden AFP/GETTY IMAGES/JIM WATSONCalon Presiden Partai Demokrat Joe Biden

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Majalah Sains " Scientific American" dilansir dari Washington Post, untuk kali pertama dalam 175 tahun mendukung kampanye presiden Amerika Serikat (AS), yaitu terhadap calon presiden Joe Biden.

Majalah yang didirikan sejak 1845 itu mengumumkan keterlibatan mereka dalam kampanye Biden melalui media sosial Twitter.

Namun permasalahannya, dikutip dari The National Pulse, Scientific American bukanlah majalah Amerika. Majalah sains itu rupanya dimiliki oleh Jerman.

Baca juga: Trump Tuding Biden Pakai Obat, Minta Tes Narkoba Sebelum Debat Capres

Pada tahun 2008, kepemilikan Scientific American diserahkan ke Nature Publishing Group di London, Inggris. Kemudian beralih ke Springer Nature dan akhirnya menjadi milik Holtzbrink Publishing Group Jerman yang berbasis di Stuttgart.

Sejak itu, majalah Scientific American semakin bermain politis dan sekarang mencoba mempertimbangkan pemilihan presiden AS dari kantor mereka di Stuttgart, Jerman.

Melansir Scientific American, dalam editorial mereka yang penuh semangat yang diterbitkan secara online pada Selasa kemarin (15/9/2020), dewan editorial mendukung mantan wakil presiden Joe Biden yang menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.

Baca juga: Tepis Isu Pemanasan Global, Biden Sebut Trump Pembakar Iklim

Dewan editorial Scientific American juga memanggil Biden dengan sebutan kandidat "yang menawarkan rencana berdasarkan fakta untuk melindungi kesehatan kita, ekonomi kita dan lingkungan."

Mereka juga memberikan alasan pendukungan termasuk salah satunya dengan memberikan pernyataan penolakan terhadap calon presiden Donald Trump.

"Bukti dan sains telah menunjukkan bahwa Donald Trump telah sangat buruk merusak AS dan rakyatnya, karena dia menolak pembuktian [ilmiah] dan sains.

Contoh yang paling parah adalah dia telah tidak jujur dan tidak kompeten dalam merespons wabah Covid-19 yang mengakibatkan lebih dari 190.000 warga Amerika kehilangan nyawa pada pertengahan September."

Baca juga: Donald Trump Sebut Joe Biden Bodoh Sekaligus Disuruh Minta Maaf

Majalah itu juga membeberkan bahwa Trump telah menyerang fasilitas-fasilitas medis dan agen-agen ilmiah yang mampu membantu AS menghadapi tantangan seperti wabah.

Dengan mendukung Biden, mereka yakin rakyat AS akan kembali mendapatkan lingkungan yang lebih aman, lebih makmur dan lebih adil di masa mendatang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Banyak Penampakan UFO, Jepang Buat Perintah Baru untuk Pilot Militer

Global
WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

WHO Akan Rilis Alat Tes Covid-19 Seharga Rp 70.000, Hasilnya Keluar 30 Menit

Global
Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Bantah Tuduhan Berikan Pelatihan Teroris, Iran: Itu Skenario Tidak Berharga

Global
Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Kisah Tukang Sapu Menang Pilkada Lawan Partai Presiden, gara-gara Gantikan Kotak Kosong

Global
Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Preview: Menanti Debat Capres Pertama Trump Vs Biden

Global
Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Beli Ayam di Supermarket, Pria Ini Mual Temukan Sesuatu yang Menjijikkan

Global
Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Global
Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa, Ditemukan Bersimbah Darah dan Lumpuh

Global
Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Kisah Perang: Momotaro, Anime yang Jadi Alat Propaganda Jepang di PD II

Global
Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Korsel Sebut Pejabat yang Dibunuh dan Dibakar Hendak Membelot ke Korea Utara

Global
Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Dituduh Selingkuh, Paha Seorang Pria Disiram Air Mendidih oleh Pacar

Global
Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Global
Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Seorang Ibu Keji Bunuh Anak 5 Tahun Setelah Insiden Telur Pecah di Teras Rumah

Global
WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

WHO Bakal Luncurkan 120 Juta Rapid Test Covid-19 ke Negara Miskin

Global
Korut Langgar Sanksi PBB, Eks Pemain Juventus Terseret

Korut Langgar Sanksi PBB, Eks Pemain Juventus Terseret

Global
komentar
Close Ads X