Setelah UEA dan Bahrain, Trump Berharap Arab Saudi Berdamai dengan Israel

Kompas.com - 16/09/2020, 10:50 WIB
(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan, dia berharap Arab Saudi mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain berdamai dengan Israel.

Dia mengatakanya setelah penandatanganan kesepakatan pemulihan hubungan diplomatik antara tiga negara itu di Gedung Putih, Selasa (15/9/2020).

Setelah acara penandatanganan, awak media menanyakan kepada Trump apakah Arab Saudi bakal mengikuti UEA dan Bahrain untuk memulihkan hubungan dengan Israel.

Baca juga: Tandatangani Kesepakatan Damai, Menlu Bahrain dan UEA Tiba di Gedung Putih

"Tentu saja. Saya sudah berbicara kepada Raja Arab Saudi ( Raja Salman)," ujar dia dan menambahkan, momen itu bakal datang "di waktu yang tepat".

Dilansir Times of Israel, dia juga menerangkan bahwa ada negara yang sudah mulai berada dalam antrean untuk berdamai dengan Tel Aviv.

"Saya kira tujuh, atau delapan, atau sembilan negara lagi yang bersiap untuk menormalkan relasinya dengan Israel," paparnya dikutip AFP.

Dia mengklarifikasi ucapannya sendiri sebelumnya, di mana dia mengklaim ada lima sampai enam negara yang bakal menggelar kesepakatan perdamaian.

Saat berbincang bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dia berharap negara-negara itu bisa ikut bergabung dengan UEA dan Bahrain.

Presiden 74 tahun tersebut mengatakan, negara yang dia maksud sudah lelah terjerumus konflik dan menginginkan perdamaian.

Baca juga: Pakar: Perjanjian Damai Israel dengan UEA dan Bahrain Mengarah pada Perubahan Status Quo Al-Aqsa

"Anda akan melihat banyak hal hebat. Damai akan terjadi di Timur Tengah. Kebanyakan negara di sana ingin meneken perjanjian ini," jelasnya.

Saat ditanya apa yang bakal Tel Aviv dapatkan dari Perjanjian Abraham, nama kesepakatan itu, Trump menjawab "perdamaian".

"Ini adalah perjanjian yang serius. Yang akan mereka dapatkan adalah damai. Mereka kini tidak akan terisolasi lagi," kata dia.

Seakan tidak setuju dengan koleganya itu, Netanyahu kemudian menjelaskan bahwa negaranya tidak merasa terkurung di Timur Tengah.

Baca juga: Oposisi Bahrain Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel, Serukan Rakyat untuk Melawan

Malah, kata PM Israel yang akrab disapa Bibi itu, pihaknya sangat mengapresiasi momen diplomatik yang disebutnya "kemenangan bersejarah".

"Malah, mereka yang merasa terisolasi adalah tiran yang bersemayam di Teheran (Iran)," jelas pemimpin Partai Likud tersebut.

Bagaimana dengan Palestina? Trump menjawab bahwa pemerintahannya saat ini tengah mengintensifkan perundingan dengan mereka.

"Rakyat Palestina akan emnjadi anggota pada waktu yang tepat. Pada saat yang tepat, mereka akan bergabung dengan kami," ujarnya yakin.

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Disebut Tak Berniat Bahas Perdamaian dengan Palestina


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Habitatnya Tergerus, Platipus Spesies Asli Australia Terancam Punah

Global
Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Pertama Kali Sejak Februari, Tak Ada Lagi Kasus Aktif Virus Corona di Victoria

Global
Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Tepergok Selingkuhi Istri Orang, Pria Ini Dikurung di Kandang Babi Lalu Diceburkan ke Sungai

Global
Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Ancaman China Makin Besar, Taiwan Bangun Armada Kapal Selam

Global
Kisah Perang: 5 Sniper yang Diabadikan Aksinya di Film Layar Lebar

Kisah Perang: 5 Sniper yang Diabadikan Aksinya di Film Layar Lebar

Global
Video Viral, Tank Israel Ini Terbalik Saat Naik ke Kendaraan Angkut

Video Viral, Tank Israel Ini Terbalik Saat Naik ke Kendaraan Angkut

Global
Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Dewan Negara Produsen Minyak Sawit Tanggapi Pemberitaan Media AS soal Perempuan Diperkosa di Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia

Global
Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Putus 6 Bulan, Palestina Mulai Pulihkan Hubungan Sipil dan Keamanan dengan Israel

Global
9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

9 Ibu dan Anak Mormon Dibunuh dan Dibakar, Pemimpin Kartel Meksiko Ini Ditangkap

Global
Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Covid-19 di India Makin Parah, Daftar Tunggu Pasien Capai 250 Orang di Rumah Sakit

Global
Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Kabinet Baru Joe Biden, Ini Profil Singkat Para Pejabat Terpilih

Global
Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Arkeolog Yakin Temukan Rumah Masa Kecil Yesus di Nazareth

Global
komentar
Close Ads X