Pahlawan Hotel Rwanda, Paul Rusesabagina, Didakwa dengan Terorisme

Kompas.com - 15/09/2020, 07:41 WIB
Paul Rusesabagina, yang menjadi inspirasi film Hotel Rwanda (2004) karena menyelamatkan lebih dari 1.200 orang dari genosida, didakwa dengan terorisme pada Senin (14/9/2020). Rusesabagina menjabat sebagai manajer hotel pada pembantaian 1994 yang menewaskan 800.000 orang di Rwanda. AP PHOTOPaul Rusesabagina, yang menjadi inspirasi film Hotel Rwanda (2004) karena menyelamatkan lebih dari 1.200 orang dari genosida, didakwa dengan terorisme pada Senin (14/9/2020). Rusesabagina menjabat sebagai manajer hotel pada pembantaian 1994 yang menewaskan 800.000 orang di Rwanda.

KIGALI, KOMPAS.com - Paul Rusesabagina pahlawan yang menginspirasi film nominasi Oscar Hotel Rwanda, pada Senin (14/9/2020) didakwa dengan terorisme dan kejahatan berat lainnya.

Kemarin ia hadir di sidang pertamanya di Kigali, ibu kota Rwanda.

Penyelidik Rwanda bulan lalu mengumumkan penangkapan mendadak Rusesabagina, kritikus pemerintah yang terkenal dan tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun.

Baca juga: Bendungan Lembah Berisi 30.000 Mayat Bekas Genosida Ditemukan di Rwanda

Ia diadili di Rwanda karena diduga membentuk dan mendanai milisi bersenjata.

Dilaporkan jurnalis AFP di lokasi, banyak polisi mengawal pria 66 tahun itu saat tiba di pengadilan ibu kota bersama para pengacaranya.

Rusesabagina sempat didapuk menjadi pahlawan dengan berjasa menyelamatkan lebih dari 1.200 warga Rwanda dari genosida, dengan melindungi mereka di hotel.

Hakim lalu membacakan 12 dakwaan terhadap Rusesabagina termasuk terorisme, pendanaan dan pendiri kelompok milisi, pembunuhan, dan pembakaran.

Baca juga: Genosida Rwanda, Kisah Anak-anak yang Kehilangan Sejarah Mereka

Terdakwa yang memakai masker beserta blazer kota-kotak dan celana khaki, tidak buka suara di pengadilan dan hanya berbicara dengan para pengacaranya, yang menolak dakwaan terhadap klien mereka.

"Tuduhan terhadap klien saya tidak konsisten. Dia tidak bisa dituduh melakukan kejahatan yang dilakukan pihak lain meski dia menjalin kemitraan dengan mereka," kata salah satu pengacaranya, David Rugaza, ke Pengadilan Dasar Kagarama.

"Atas dasar inilah dia harus segera dibebaskan sementara," lanjutnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Kunjungi Rwanda, Perdana Menteri India Sumbang 200 Ekor Sapi

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X