Trump Mengaku Menyukai Pemimpin Asing yang "Keras dan Kejam"

Kompas.com - 15/09/2020, 07:00 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) ketika mendengarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam konferensi pers gabungan di Gedung Putih, Washington, pada Rabu (13/11/2019). AFP/JIM WATSONPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) ketika mendengarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam konferensi pers gabungan di Gedung Putih, Washington, pada Rabu (13/11/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengakui, pemimpin asing yang " keras dan kejam" merupakan sosok yang membuatnya ingin mendekat.

Dia mengatakannya dalam wawancara dengan jurnalis The Washington Post Bob Woodward, yang kemudian menjadi buku dengan judul Rage.

Woodward memutar rekaman wawancara dengan sang presiden di acara NBC's Today, jelang peluncuran bukunya pada Selasa besok (15/9/2020).

Baca juga: Trump: AS dan Korea Utara Hampir Perang pada 2017

Dalam satu dari 18 wawancara yang dilakoni dengan Woodward, Trump menjelaskan mengapa dia bisa dekat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan kini disorot karena membredel kebebasan pers dan memenjarakan puluhan ribu orang sejak aksi kudeta terhadapnya gagal di 2016.

Dilansir AFP Senin (14/9/2020), dia juga mengungkapkan kedekatannya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden China Xi Jinping.

Kemudian Presiden Rusia Vladimir Putin, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan sederet pemimpin asing yang ditengarai melakukan pelanggaran HAM.

"Saya bisa berhubungan baik dengan Erdogan, meski hal itu ditentang sebagian orang karena mereka beranggapan 'dia sangat berbahaya'," ujar dia.

Dalam rekaman bertanggal 22 Januari, presiden dari Partai Republik tersebut mengatakan dia menyukai tipe pemimpin yang demikian.

"Saya bisa mengatakan kepada Anda mengenai relasi saya, semakin keras dan kejam orang itu, semakin baik saya berhubungan," kata dia.

Sang presiden yang dilaporkan menjaga jarak dengan sekutunya di NATO itu mengaku tidak tahu mengenai alasan ketertarikannya itu.

"Anda yang mungkin bisa menjelaskannya suatu saat, Ok? Dimulai dari mengapa saya bisa suka atau tidak kepada mereka," paparnya.

Baca juga: Merasa Berhak, Trump Bakal Ajukan Masa Jabatan 3 Periode


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
Virus Corona Makin Parah di AS, Naik Hampir 100.000 Kasus dalam 24 Jam

Virus Corona Makin Parah di AS, Naik Hampir 100.000 Kasus dalam 24 Jam

Global
Demo Nigeria Merembet ke London, Ratusan Pedemo Turun ke Jalan

Demo Nigeria Merembet ke London, Ratusan Pedemo Turun ke Jalan

Global
Tragedi Penembakan Siswa Sekolah di Kamerun, 8 Murid Tewas

Tragedi Penembakan Siswa Sekolah di Kamerun, 8 Murid Tewas

Global
Jusuf Kalla Menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Museum Nabi Muhammad

Jusuf Kalla Menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Museum Nabi Muhammad

Global
Dihantam Pandemi dan Krisis Parah, Warga Miskin Myanmar Makan Tikus

Dihantam Pandemi dan Krisis Parah, Warga Miskin Myanmar Makan Tikus

Global
Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, 18 Orang Tewas

Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, 18 Orang Tewas

Global
Gudang Makanan Pemerintah Dijarah dalam Protes Besar-besaran di Nigeria

Gudang Makanan Pemerintah Dijarah dalam Protes Besar-besaran di Nigeria

Global
Orang Kedua Al Qaeda Dibunuh Pasukan Afghanistan, Masuk Daftar Teroris Paling Dicari FBI

Orang Kedua Al Qaeda Dibunuh Pasukan Afghanistan, Masuk Daftar Teroris Paling Dicari FBI

Global
Koma 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Ini Berhasil Gerakkan Jari Tangan

Koma 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Ini Berhasil Gerakkan Jari Tangan

Global
Duduk Hingga Berbaring, Siswa Ini Manfaatkan WiFi Sekolah Demi Ikut Pembelajaran Online

Duduk Hingga Berbaring, Siswa Ini Manfaatkan WiFi Sekolah Demi Ikut Pembelajaran Online

Global
komentar
Close Ads X