Youtuber Ini Rekam Dirinya BAB di Depan Rumah Ketua DPR AS Nancy Pelosi

Kompas.com - 14/09/2020, 21:47 WIB
Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi merobek dokumen pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sesi gabungan Kongres AS di Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020. REUTERS/JONATHAN ERNSTKetua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi merobek dokumen pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sesi gabungan Kongres AS di Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020.

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Seorang Youtuber merekam dirinya Buang Air Besar (BAB) di depan rumah Ketua DPR AS Nancy Pelosi di San Francisco.

Dilakukan pada Sabtu (12/9/2020), aksi pria di YouTube dengan judul Poopalosi itu dilaporkan ditonton hingga 19.000 kali pada Minggu (13/9/2020).

Dalam rekamannya, si Youtuber yang mengklaim bernama Armando itu awalnya menyusuri jalanan San Francisco untuk mencari kediaman Ketua DPR AS itu.

Baca juga: Ketua DPR AS Sebut Virus Corona sebagai Virus Trump

Setelah mendapatkan alamatnya, dia kemudian memasang kamera di seberang jalan dan berdiri depan rumah Nancy Pelosi untuk beberapa menit.

Diwartakan New York Post, dia kemudian mengambil gestur sikap hormat sebelum kemudian jongkok dan BAB di depan rumah politisi Partai Demokrat tersebut.

Setelah itu dia berdiri dan berjalan menuju ke kamera. "Ini semua untuk Presiden (Donald) Trump," kata dia dalam siaran itu.

Kemudian dalam siaran langsung selanjutnya berjudul "Aku Butuh Pengacara" itu, dia mengaku langsung ditahan Polisi Transit Cepat Bay Area.

Dia ditangkap atas perintah Kepolisian Capitol, lembaga yang mendapat mandat untuk melindungi anggota Kongres "Negeri Uncle Sam".

"Aku ketakutan, bung. Mereka bertanya soal Kamal Harris, tentang candaan jika dia juga hidup di San Francisco saya akan BAB di rumahnya juga," kata dia.

Tak lama setelah itu, sebuah akun Twitter dengan nama Armando kemudian mengunggah kicauan berisi permintaan maaf kepada Nancy Pelosi.

Dalam unggahannya, dia menuturkan bahwa dia ingin memberi tahu Ketua DPR AS berusia 80 tahun tersebut bahwa dia tidak bangga akan perbuatannya sama sekali.

"Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa saya tidak berniat untuk melawan Anda atau politisi terpilih yang lainnya," kata dia.

Ketika Kompas.com mencoba melihat tautan yang dimasukkan oleh New York Post, nampak bahwa kicauan yang dimaksud sudah dihapus.

Baca juga: Ketua DPR AS: Jika Kalah Pilpres AS, Trump Akan Dibersihkan dari Gedung Putih

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Sebut Vaksin Booster Bisa Cegah Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

Inggris Sebut Vaksin Booster Bisa Cegah Kematian akibat Omicron hingga 95 Persen

Global
Dituduh Pungut Kepingan F-35, China: Kami Tidak Tertarik

Dituduh Pungut Kepingan F-35, China: Kami Tidak Tertarik

Global
Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Global
Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Global
Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Global
Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Global
Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Global
Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Global
Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Global
Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Global
Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Global
POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

Global
Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Global
Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Global
Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.