Oposisi Bahrain Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel, Serukan Rakyat untuk Melawan

Kompas.com - 13/09/2020, 20:08 WIB
Dubes Amerika Serikat untuk Israel David Friedman (tengah), bersama Avraham Berkowitz Asisten Presiden Israel dan Utusan Khusus Negosiasi Internasional (kiri), dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin (kanan), saat berbicara di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020). AP PHOTO/ANDREW HARNIKDubes Amerika Serikat untuk Israel David Friedman (tengah), bersama Avraham Berkowitz Asisten Presiden Israel dan Utusan Khusus Negosiasi Internasional (kiri), dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin (kanan), saat berbicara di Oval Office Gedung Putih, Washington DC, Jumat (11/9/2020).

MANAMA, KOMPAS.com - Kelompok oposisi Bahrain menolak keputusan Kerajaan Bharain untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan Israel.

Ulama terkemuka Syiah, pada Minggu (13/9/2020), menyerukan rakyat Bahrain untuk melawan sebagaimana dilansir dari Reuters.

Ulama Ayatollah Sheikh Isa Qassim, yang tinggal di Iran, menentang normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dengan Israel.

Pernyataan itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh partai oposisi Bahrain yang telah dibubarkan, al-Wefaq.

Baca juga: Bahrain-Israel Damai: Mesir Gembira, Turki dan Iran Murka

Dia mengatakan kesepakatan antara Israel dengan UEA bulan lalu dan antara Israel dengan Bahrain pada Jumat bertentangan dengan keinginan rakyat.

“Pemerintah mengalami kekalahan psikologis dan ingin memaksakannya pada rakyat, dan rakyat harus melawan kekalahan ini,” kata Qassim.

Di sisi lain, pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh sekelompok asosiasi politik dan masyarakat sipil Bahrain, termasuk Asosiasi Pengacara Bahrain, pada Minggu juga menentang kesepakatan tersebut.

"Kesepakatan normalisasi tidak akan mendapat dukungan populer, ini sejalan dengan generasi Bahrain yang telah dibesarkan dalam kesetiaan kepada perjuangan Palestina," kata pernyataan itu.

Baca juga: Bahrain Damai dengan Israel, Iran: Memalukan

Kepala pengadilan tinggi Bahrain memerintahkan pegawai pengadilan untuk tidak mengkritik kebijakan pemerintah atau mengungkapkan pendapat yang merusak persatuan nasional.

Perintah itu dikabarkan oleh surat kabar al-Bilad pada Minggu.

Rakyat Bahrain sebelumnya juga mengkritik keterlibatan pemerintah mereka dengan Israel.

Baca juga: Trump Umumkan Pemulihan Relasi Israel dan Bahrain di Momen 9/11

 

Kritik tersebut termasuk terhadap konferensi pada Juni lalu di Manama untuk meluncurkan formula ekonomi senilai 50 miliar dollar AS (Rp 750 triliun) yang dipimpin AS untuk perdamaian Israel-Palestina.

Pada April, Parlemen Bahrain bergabung dengan seruan media sosial untuk menghentikan bisnis Israel dan pejabat pemerintah menghadiri konferensi kewirausahaan internasional.


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Global
[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

Global
Perayaan Ulang Tahun ke-99 Tahun jadi Sumber Penyebaran Infeksi Covid-19

Perayaan Ulang Tahun ke-99 Tahun jadi Sumber Penyebaran Infeksi Covid-19

Global
Khamenei Iran Desak 'Menghukum' Mereka Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Ternama

Khamenei Iran Desak "Menghukum" Mereka Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Ternama

Global
4 Warga Sipil Azerbaijan Terbunuh Terkena Ranjau Darat Armenia

4 Warga Sipil Azerbaijan Terbunuh Terkena Ranjau Darat Armenia

Global
Buntut Penyelidikan Pembunuhan di Afghanistan, 13 Tentara Australia Dipecat

Buntut Penyelidikan Pembunuhan di Afghanistan, 13 Tentara Australia Dipecat

Global
Ibu Ini Tewas Setelah Selamatkan 5 Anaknya dari Kebakaran

Ibu Ini Tewas Setelah Selamatkan 5 Anaknya dari Kebakaran

Global
AS Langgar Batas Laut, Rusia Ajukan Protes Keras

AS Langgar Batas Laut, Rusia Ajukan Protes Keras

Global
Kisah Getir Pekerja Anak di Pertanian Kakao, Ada yang Berusia 5 Tahun

Kisah Getir Pekerja Anak di Pertanian Kakao, Ada yang Berusia 5 Tahun

Global
Begini Cara Hargobind Punjabi, Ratu Penipu Hollywood asal Indonesia, Kelabui Korbannya

Begini Cara Hargobind Punjabi, Ratu Penipu Hollywood asal Indonesia, Kelabui Korbannya

Global
Tak Tinggalkan Wasiat, Pembagian Warisan Maradona Bisa Picu Sengketa

Tak Tinggalkan Wasiat, Pembagian Warisan Maradona Bisa Picu Sengketa

Global
Anak 9 Tahun Alami Kerusakan Otak Akibat Ibu dan Pacarnya Kerap Sadis Main Pukul

Anak 9 Tahun Alami Kerusakan Otak Akibat Ibu dan Pacarnya Kerap Sadis Main Pukul

Global
Selfie dengan Jenazah Diego Maradona, 3 Petugas Pemakaman Ini Dipecat

Selfie dengan Jenazah Diego Maradona, 3 Petugas Pemakaman Ini Dipecat

Global
Paus Fransiskus Samakan Aborsi dengan Sewa Pembunuh Bayaran

Paus Fransiskus Samakan Aborsi dengan Sewa Pembunuh Bayaran

Global
Pakar Ini Ungkap Virus Corona Bukan dari Wuhan, Lantas dari Mana?

Pakar Ini Ungkap Virus Corona Bukan dari Wuhan, Lantas dari Mana?

Global
komentar
Close Ads X