Bahrain-Israel Damai: Mesir Gembira, Turki dan Iran Murka

Kompas.com - 12/09/2020, 20:10 WIB
Presiden Mesir sekaligus Ketua Uni Afrika Abdel Fattah al-Sisi bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan bilateral di sela KTT G7 di Biarritz, Perancis, pada 26 Agustus 2019. AFP/NICHOLAS KAMMPresiden Mesir sekaligus Ketua Uni Afrika Abdel Fattah al-Sisi bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pertemuan bilateral di sela KTT G7 di Biarritz, Perancis, pada 26 Agustus 2019.

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menganggap perjanjian normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan Bahrain sebagai langkah maju menuju perdamaian di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkannya pada Jumat (11/9/2020) sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (12/9/2020).

"Saya menghargai langkah penting ini untuk membangun stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah, dan dengan cara yang mencapai penyelesaian yang adil dan permanen untuk perjuangan Palestina," tulis al-Sisi di akun Twitternya.

Dia juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan langkah tersebut.

Baca juga: Bahrain Damai dengan Israel, Iran: Memalukan

Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan Bahrain dalam momen peringatan 11 September 2001 atau 9/11.

Kedua negara dilaporkan bakal menandatangani perjanjian itu dalam upacara yang berlangsung Gedung Putih pada 15 September nanti sebagaimana dilansir dari AFP.

Bahrain menjadi negara kedua di kawasan teluk Arab yang menjalin pemulihan hubungan diplomatik dengan Israel setelah Uni Emirat Arab (UEA).

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Turki mengecam keras keputusan Bahrain untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca juga: Trump Umumkan Pemulihan Relasi Israel dan Bahrain di Momen 9/11

Dilansir dari Reuters, Kementerian Luar Negeri Turki menambahkan kesepakatan tersebut akan memberikan pukulan baru bagi upaya membela perjuangan Palestina.

"Ini selanjutnya akan mendorong Israel untuk melanjutkan praktik tidak sah terhadap Palestina dan upayanya untuk menjadikan pendudukan tanah Palestina permanen," tulis Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X