Hukum Mati Pegulat Muda Navid Afkari, Iran Dikecam Dunia

Kompas.com - 12/09/2020, 19:32 WIB
Navid Afkari (27) pegulat muda Iran yang dihukum mati karena membunuh PNS departemen pengairan saat demo anti-pemerintah pada 2018. Ia dieksekusi pada Sabtu (12/9/2020) waktu setempat. TWITTER @Ostrov_ANavid Afkari (27) pegulat muda Iran yang dihukum mati karena membunuh PNS departemen pengairan saat demo anti-pemerintah pada 2018. Ia dieksekusi pada Sabtu (12/9/2020) waktu setempat.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pegulat muda Iran, Navid Afkari telah dieksekusi mati setelah dinyatakan bersalah membunuh seorang petugas keamanan garda revolusi dalam protes anti-pemerintah 2018 silam, ungkap media Iran pada Sabtu (12/9/2020).

Melansir The Guardian, Afkari telah dieksekusi pagi ini setelah prosedur hukum dilakukan atas desakan orang tua dan keluarga korban, ungkap Kepala Departemen Kehakiman Provinsi Fars Selatan, Iran.

Kasus itu sebelumnya telah menuai banyak kecaman dan protes dari internasional. Afkari sendiri menurut laporan keluarganya, sebelum hari eksekusi mengatakan bahwa dia disiksa untuk membuat pernyataan salah yang palsu.

Baca juga: Bunuh PNS saat Demo, Pegulat Muda Navid Afkari Dieksekusi Mati Iran

Padahal, tidak ada bukti apapun yang mengarah pada perbuatan pembunuhan yang dituduhkan kepada pegulat muda itu.

Pengadilan Iran sendiri telah menolak klaim penyiksaan itu.

Melansir Daily Mirror, persatuan global yang mewakili 85.000 atlet pada hari Selasa lalu juga menyerukan agar Iran dikeluarkan dari persatuan olahraga dunia jika Afkari dieksekusi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan meminta Iran pada bulan ini untuk tidak mengeksekusi pegulat tersebut.

Baca juga: Iran Akan Eksekusi Mata-mata yang Bantu AS Bunuh Jenderal Qasem Soleimani

Dia telah meminta Badan HAM PBB dan negara anggota Uni Eropa untuk "segera campur tangan" untuk membantu "menyelamatkan Navid Afkari dari eksekusi".

Trump melalui Twitternya mengatakan, "Kepada para pemimpin Iran, saya akan sangat menghargai jika kalian mengampuni nyawa pemuda ini, dan tidak mengeksekusinya."

Sebelumnya, pada September 2019, Afkari mengajukan pengaduan ke pengadilan Iran dengan mengatakan bahwa dia dipaksa untuk memberikan pengakuan palsu selama "penyiksaan fisik dan psikologis yang paling parah" di mana dia menghabiskan hampir 50 hari di tahanan polisi.

Dalam sebuah surat terbuka, Afkari menulis, "Mereka menutup kepala saya dengan kantong plastik dan hampir membuat saya mati karena tercekik."

Baca juga: Pengunjuk Rasa di Iran Tahun Lalu Dicambuk, Dilecehkan secara Seksual dan Disetrum

Iran mengatakan telah mengeksekusi mati seorang pegulat muda pada Sabtu (12/9/2020), karena membunuh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di demo anti-pemerintah pada Agustus 2018.

Navid Afkari dieksekusi pagi ini di sebuah penjara di selatan kota Shiraz, kata jaksa penuntut provinsi, Kazem Mousavi, dikutip AFP dari situs web tv pemerintah Iran.

Pria berusia 27 tahun itu dinyatakan bersalah atas "pembunuhan tidak rencana" karena menikam Hossein Torkamn sampai tewas pada 2 Agustus 2018. Hossein merupakan PNS di departemen pengairan Iran.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Mana Waktu Puasa Terpendek dan Terpanjang di Dunia?

Di Mana Waktu Puasa Terpendek dan Terpanjang di Dunia?

Internasional
Cerita Pengungsi yang Kabur dari Myanmar, 2 Kali Gagal Kabur ke India

Cerita Pengungsi yang Kabur dari Myanmar, 2 Kali Gagal Kabur ke India

Global
Penerbangan Helikopter Perdana di Mars Ditunda, Ini Sebabnya

Penerbangan Helikopter Perdana di Mars Ditunda, Ini Sebabnya

Global
Pangeran Philip Dimakamkan pada 17 April, Ini Rencana Prosesinya

Pangeran Philip Dimakamkan pada 17 April, Ini Rencana Prosesinya

Global
Letak Geografis Amerika Serikat dan Fakta Menariknya

Letak Geografis Amerika Serikat dan Fakta Menariknya

Internasional
Meghan Markle Tak Akan Hadiri Pemakaman Pangeran Philip, Ini Alasannya

Meghan Markle Tak Akan Hadiri Pemakaman Pangeran Philip, Ini Alasannya

Global
Pangeran Philip Dipuja Sebagai Dewa oleh Suku Pedalaman di Vanuatu

Pangeran Philip Dipuja Sebagai Dewa oleh Suku Pedalaman di Vanuatu

Global
31 Fakta Menarik Pangeran Philip dalam Perjalanan Hidupnya

31 Fakta Menarik Pangeran Philip dalam Perjalanan Hidupnya

Internasional
[UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

[UNIK GLOBAL] Lowongan Petani Stroberi di Australia Berhadiah Rp 1 Miliar | Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa Caroline Jurie

Global
Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Pemakaman Pangeran Philip Hanya Akan Dihadiri 30 Orang, Ini Daftarnya...

Global
Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Setelah Lukisannya Laku Rp 10 Miliar, Robot Humanoid Sophia Kini Merambah Dunia Musik

Global
Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus 'Pengkhianatan Tinggi'

Arab Saudi Eksekusi 3 Tentara dalam Kasus "Pengkhianatan Tinggi"

Global
Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Viral Foto Misterius Kawanan Domba Membentuk Pola Kapal Alien

Global
Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Paus Fransiskus Puji Pangeran Philip sebagai Pengabdi Setia dalam Pernikahan dan Keluarga

Global
Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Menstruasi Sebulan Dua Kali, Wanita Ini Syok Punya Alat Kelamin Ganda

Global
komentar
Close Ads X