AS Merah Membara, Kebakaran Hutan California Menjalar Lebih Cepat dari Biasanya

Kompas.com - 11/09/2020, 17:41 WIB
Dalam file foto 7 September 2020 ini, seorang petugas pemadam kebakaran memerangi Creek Fire karena mengancam rumah-rumah di lingkungan Cascadel Woods di Madera County, California. Bencana terkait iklim tampak di mana-mana di tahun gila 2020. Tapi para ilmuwan Rabu, 9 September, katakan itu akan menjadi lebih buruk. Noah BergerDalam file foto 7 September 2020 ini, seorang petugas pemadam kebakaran memerangi Creek Fire karena mengancam rumah-rumah di lingkungan Cascadel Woods di Madera County, California. Bencana terkait iklim tampak di mana-mana di tahun gila 2020. Tapi para ilmuwan Rabu, 9 September, katakan itu akan menjadi lebih buruk.

SACRAMENTO, KOMPAS.com - Akhir pekan lalu, api yang berkobar di Hutan Nasional Sierra, California menjebak ratusan orang yang berkemah di liburan Hari Buruh.

Melansir Associated Press (AP), petugas pemadam kebakaran mengatakan, mereka tidak pernah melihat api bergerak begitu cepat di kawasan hutan 24 kilometer itu dalam sehari.

Pada Rabu (9/9/2020), kebakaran yang terjadi di Hutan Nasional Plumas bagian timur laut San Francisco menyebar sejauh 40 kilometer dalam sehari dan melahap sekitar 400 mil persegi (1.036 kilometer persegi).

Di antara semua itu, kebakaran besar di Monterey County berlipat ganda dalam semalam, menjebak 14 petugas pemadam kebakaran yang harus mengerahkan tempat perlindungan darurat mereka. 1 orang terluka parah.

Itu hanya contoh terbaru dari apa yang disepakati oleh setengah lusin pakar kebakaran sebagai perilaku kebakaran yang ekstrem akibat kekeringan dan suhu panas, juga sebab perubahan iklim.

Baca juga: Kebakaran California Tak Terkendali, 500.000 Warga Dievakuasi, 15 Tewas

Yang paling mengkhawatirkan, kebakaran hutan ini bergerak cepat menyisakan sedikit waktu untuk memberikan peringatan atau pun evakuasi.

Baru-baru ini "kami telah melihat beberapa titik api meluas hingga puluhan ribu hektar dalam hitungan jam," ungkap Jacob Bendix, profesor geografi dan lingkungan di Universitas Syracuse.

Menurutnya, perilaku kebakaran itu jauh lebih cepat dibanding 30 tahun yang lalu, atau bahkan sebulan yang lalu, dari yang pernah dia lihat selama ini.

Suhu yang lebih panas, musim kebakaran yang lebih lama dan sekitar 140 juta pohon mati akibat kekeringan dalam lima tahun memaknai bahwa "kebakaran di California bergerak lebih cepat dan tumbuh lebih besar," kata pakar kebakaran dari Universitas Utah, Philip Dennison.

Mike Flannigan, yang mengarahkan Western Partnership for Wildland Fire Science di Canada's University of Alberta, mengingat laporan pertama tentang badai yang disebabkan oleh api pada tahun 1986.

Baca juga: Kebakaran California Tahun Ini Salah Satu yang Terbesar Sepanjang Masa

"Itu peristiwa langka, dan sekarang menjadi hal biasa," katanya. Itu karena kebakaran ini memiliki intensitas yang lebih tinggi.

Contoh utama adalah apa yang disebut Kebakaran 'Creek' atau Creek Fire di Hutan Nasional Sierra dekat Taman Nasional Yosemite, yang meledak melalui bermil-mil kayu yang mati kekeringan, bergerak begitu cepat sehingga menjebak ratusan pekemah.

Fenomena ini tidak terbatas di California. Doug Grafe, kepala Perlindungan Kebakaran di Departemen Kehutanan Oregon, mengatakan belum pernah terjadi sebelumnya di negara bagiannya kebakaran minggu ini menyebar dari puncak Pegunungan Cascade ke lembah-lembah di bawahnya, dan dengan sangat cepat,

“...membawa puluhan mil dalam satu periode sore hari dan tidak melambat di malam hari (sama sekali tidak pernah terjadi hal demikian itu di lingkungan ini."

California telah mengalami rekor kebakaran seluas 10.100 kilometer persegi dan baru sekarang memasuki waktu yang paling berbahaya untuk bencana kebakaran.

Akhir pekan Hari Buruh membawa suhu yang memecahkan rekor di seluruh negara bagian dan memperburuk kondisi kekeringan di sebagian besar negara bagian.

Pada hari Kamis, kebakaran hutan California Utara mengancam ribuan rumah setelah angin menghantamnya menjadi monster yang membakar rumah-rumah di komunitas pegunungan kecil dan menewaskan sedikitnya 3 orang.

Baca juga: Berjuang Memadamkan Kebakaran California, Pilot Helikopter Tewas Terjatuh

Kebakaran creek ciptakan awan pyro-cumolonimbus

Profesor Universitas Colorado-Boulder Jennifer Balch mengatakan kebakaran ini adalah "yang tertinggi yang terlihat dalam setidaknya empat dekade" di sebagian besar wilayah Barat.

Bahan tinder kering yang melimpah menghasilkan lebih banyak energi panas, yang pada gilirannya memanaskan udara secara super sehingga menjadi lebih meluap dan menciptakan arus naik yang kuat, mengembun dengan asap menciptakan awan.

Awan itu sendiri disebut pyro-cumulonimbus, yang mungkin atau mungkin tidak menghasilkan kilat, dan angin kencang yang dapat mengambil bara api dan menyalakan api baru jauh dari titik kobaran api awal.

William dari University Columbia mengatakan rekor panas California dan rekor areal yang terbakar tahun ini adalah bagian dari tren yang telah meningkat selama 50 tahun terakhir akibat pemanasan global.

 

"Jadi, meskipun besarnya gelombang panas saat ini dan kebakaran hutan yang diakibatkannya sangat mengejutkan, keduanya konsisten dengan prediksi para ilmuwan selama beberapa dekade," kata Williams melalui surel.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

[POPULER GLOBAL] Mahathir: Saya Sendiri Sekarang | Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Meghan Markle Tuai Pujian Setelah Akui Pernah Keguguran

Global
Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Perang Azerbaijan-Armenia Tengah Diselidiki Adanya Dugaan Kejahatan Perang

Global
Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Xi Jinping Kirim Ucapan Selamat dan Pesan Kerja sama Damai kepada Joe Biden

Global
Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Mata Media Asing

Global
Saling Berhadapan di Perairan Australia, Hiu Banteng Kabur Lihat Buaya 4,8 Meter

Saling Berhadapan di Perairan Australia, Hiu Banteng Kabur Lihat Buaya 4,8 Meter

Global
Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Video Viral Ungkap Bangkai Cerpelai di Denmark Menyembul dari Kuburannya

Global
China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik 'Ekstremisme Agama'

China Persiapkan Aturan untuk Hindari Praktik "Ekstremisme Agama"

Global
Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Setelah Melahirkan di Toilet, Ibu Ini Tenggelamkan Bayinya Sebelum Dikubur

Global
Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Berfoto dengan Selebritas Israel, Penyanyi Mesir Mohamed Ramadan Hadapi Tuntutan Hukum

Global
China: Kritikan Paus Fransiskus 'Tidak Berdasar' terhadap Minoritas Muslim Uighur

China: Kritikan Paus Fransiskus "Tidak Berdasar" terhadap Minoritas Muslim Uighur

Global
Playboy Nigeria Ini Datang ke Pesta Membawa 6 Wanita yang Tengah Hamil

Playboy Nigeria Ini Datang ke Pesta Membawa 6 Wanita yang Tengah Hamil

Global
Akui Pernah Keguguran, Ini Curahan Hati Meghan Markle

Akui Pernah Keguguran, Ini Curahan Hati Meghan Markle

Global
Berhubungan Seks dengan Remaja 14 Tahun, Mantan Guru Ini Dipenjara 20 Tahun

Berhubungan Seks dengan Remaja 14 Tahun, Mantan Guru Ini Dipenjara 20 Tahun

Global
Apa Itu Masa Transisi Kepresidenan AS?

Apa Itu Masa Transisi Kepresidenan AS?

Global
komentar
Close Ads X