Taiwan Desak China untuk Berhenti "Menghancurkan Kedamaian Regional"

Kompas.com - 10/09/2020, 19:22 WIB
Pesawat yang dilaporkan sebagai  jet tempur siluman China, terlihat di Chengdu, Provinsi Sichuan. Foto diambil pada  5 Januari 2011. Reuters/KyodoPesawat yang dilaporkan sebagai jet tempur siluman China, terlihat di Chengdu, Provinsi Sichuan. Foto diambil pada 5 Januari 2011.

TAIPEI, KOMPAS.com - Kementerian pertahanan Taiwan mendesak China untuk berhenti "menghancurkan kedamaian regional" yang dapat meningkatkan ketegangan lebih lanjut di Selat Taiwan yang sensitif.

Pernyataaan tersebut disampaikan setelah jet tempur China mendekati Taiwan pada Kamis (10/9/2020), hari kedua berturut-turut, seperti yang dikutip dari Reuters pada hari yang sama.

China yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah mengadakan banyak latihan militer di sepanjang pantai dan dekat dengan Taiwan dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Taiwan Bantah telah Menolak Aturan Baru Tenaga Kerja Migran Indonesia

Kementerian pertahanan mengatakan pesawat tempur Su-30 dan pesawat angkut Y-8 termasuk di antara pesawat China yang memasuki zona identifikasi Taiwan di barat daya pada Kamis pagi (10/9/2020).

"Kementerian Pertahanan sekali lagi mendesak Partai Komunis China untuk tidak berulang kali merusak perdamaian dan stabilitas regional," kata kemeterian tersebut.

Baca juga: Tegaskan Bukan Bagian dari China, Taiwan Minta Dukungan Indonesia agar Bisa Ikut PBB

Lebih lanjut mengatakan bahwa tindakan tersebut telah memicu antipati di antara rakyat Taiwan.

Taiwan telah melakukan strategi untuk mencegat pesawat China, tambah kementerian tersebut, dengan mengatakan pihaknya dapat dengan cepat melacak "pergerakan musuh".

Kementerian pertahanan China tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan pihak Taiwan.

Baca juga: Delegasi Ceko yang Kunjungi Taiwan Terus Dikecam, Kali Ini Kedubes China Angkat Suara

Taiwan telah berulang kali mengeluh bahwa China, yang keluar dari aturan penggunaan kekuatan militer untuk membawa demokrasi Taiwan di bawah kendalinya, telah meningkatkan ancaman militer dalam beberapa bulan terakhir ketika dunia menangani pandemi virus corona.

Beijing secara rutin mengatakan latihan semacam itu tidak biasa, dan dirancang untuk menunjukkan tekadnya mempertahankan kedaulatannya.

Baca juga: Ada Rumor Jet Tempur Su-35 Milik China Jatuh, Taiwan Bantah Menembak

Sementara, Taiwan sedang melakukan uji senjata api langsung di lepas pantai tenggara dan timurnya.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko konflik yang tidak disengaja di Laut China Selatan yang disengketakan dan di sekitar Taiwan, dengan mengatakan komunikasi harus dijaga untuk mengurangi risiko salah perhitungan.

Baca juga: Desain Baru Paspor Taiwan: Membesarkan Taiwan, Menciutkan Republik China


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Kematian akibat Covid-19 Lampaui 100.000, PM Inggris Akui Sangat Menyesal

Angka Kematian akibat Covid-19 Lampaui 100.000, PM Inggris Akui Sangat Menyesal

Global
Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya

Berdebat Soal Ratu Kedua, Raja Thailand Marah dan Hancurkan Pergelangan Kaki Saudaranya

Global
Pria Bersenjata di Nigeria Culik Para Anak Panti Asuhan Demi Tebusan Rp 300-an Juta

Pria Bersenjata di Nigeria Culik Para Anak Panti Asuhan Demi Tebusan Rp 300-an Juta

Global
Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?

Vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Gaza, Tanggung Jawab Israel atau Otoritas Palestina?

Global
Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Puluhan Ribu Petani India Kendarai Traktor Serbu Ibu Kota untuk Memprotes Modi

Global
Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Hampir Sepanjang Tahun Ini

Selandia Baru Tetap Akan Tutup Perbatasan Hampir Sepanjang Tahun Ini

Global
3 Pekan Pasca-Kerusuhan Kepala Kepolisian Gedung Capitol Minta Maaf dan Ungkap 'Kegagalan'

3 Pekan Pasca-Kerusuhan Kepala Kepolisian Gedung Capitol Minta Maaf dan Ungkap "Kegagalan"

Global
Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Arab Saudi

Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Arab Saudi

Global
Biden Rencana Beli 200 Juta Vaksin Covid-19 Lebih Banyak

Biden Rencana Beli 200 Juta Vaksin Covid-19 Lebih Banyak

Global
Konfrontasi Putin Lewat Telepon, Ini yang Dibahas Biden

Konfrontasi Putin Lewat Telepon, Ini yang Dibahas Biden

Global
[POPULER GLOBAL] Trump Lanjutkan 'Agenda Pemerintahannya' di Kantor Baru | Daftar Kebijakan Eksekutif Biden Sepekan

[POPULER GLOBAL] Trump Lanjutkan "Agenda Pemerintahannya" di Kantor Baru | Daftar Kebijakan Eksekutif Biden Sepekan

Global
Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Global
Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Global
Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Global
Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Global
komentar
Close Ads X