Tragedi 9/11, New York Tetap Gelar Peringatan di Tengah Krisis Pandemi

Kompas.com - 10/09/2020, 15:33 WIB
Dalam file foto 11 September 2001 ini, orang-orang lari dari runtuhnya salah satu menara kembar di World Trade Center di New York. Stephen Cooper, paling kiri, melarikan diri dari asap dan puing-puing ketika menara selatan ambruk hanya satu blok jauhnya pada 11 September, dikabarkan telah meninggal karena virus corona, kata keluarganya, menurut The Palm Beach Post. AP/Suzanne PlunkettDalam file foto 11 September 2001 ini, orang-orang lari dari runtuhnya salah satu menara kembar di World Trade Center di New York. Stephen Cooper, paling kiri, melarikan diri dari asap dan puing-puing ketika menara selatan ambruk hanya satu blok jauhnya pada 11 September, dikabarkan telah meninggal karena virus corona, kata keluarganya, menurut The Palm Beach Post.

NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Dengan krisis akibat pandemi virus corona yang masih melanda, New York tetap akan menggelar peringatan insiden 9/11 ke-19 pada Jumat (11/9/2020) esok.

Peringatan itu diadakan untuk memperingati serangan teroris pada 11 September 2001 di dua gedung World Trade Center (WTC).

Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan teroris terbesar dalam sejarah "Negeri Paman Sam" itu, yang didalangi oleh Al Qaeda.

Baca juga: Setelah Dibangun Lagi karena Tragedi 9/11, Gedung WTC Kini Ditinggalkan karena Covid-19

Diberitakan AFP pada Kamis (10/9/2020), warga New York akan tetap hadir di tugu peringatan "Ground Zero" besok.

Situs itu akan dibuka untuk pertama kalinya sejak wabah virus corona membuat aktivitas New York lumpuh sejak Maret.

Banyak bisnis sekarang ditutup. Antara 2017-2020 jumlah ruang komersial kosong naik 78 persen.

Para tunawisma kini juga lebih terlihat seiring banyaknya penutupan banyak tempat penampungan karena alasan kesehatan.

Baca juga: Fotonya Viral Menyelamatkan Diri Sambil Bawa Map Saat 9/11, Pria Ini Tewas karena Covid-19

Krisis di New York juga makin pelik dengan meningkatnya kasus pembunuhan dan penembakan, masing-masing naik 47 persen dan 166 persen pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski angka itu masih jauh di bawah tingkat kejahatan kota pada 1970-an sampai 1980-an, New York yang membanggakan dirinya sebagai salah satu kota teraman di dunia kini merosot lagi ke tingkat kejahatan 2012, menurut laporan New York Times.

Trump ingin "membunuh New York"

"Saya tidak bisa memberitahu Anda berapa banyak panggilan telepon yang saya terima dari orang-orang terutama di New York City, yang benar-benar mengkhawatirkan degradasi kota New York," kata Gubernur Andrew Cuomo pada Selasa (8/9/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X