Meski Pandemi, Pertunjukan Dirgantara Terbesar China Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Kompas.com - 10/09/2020, 10:37 WIB
Orang-orang mengambil foto pesawat Tim Bayi Aerobatik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) selama uji terbang menjelang Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China, atau Zhuhai Airshow di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 3 November 2018. Gambar diambil 3 November 2018. Tangkapan layar Reuters/StringerOrang-orang mengambil foto pesawat Tim Bayi Aerobatik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) selama uji terbang menjelang Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China, atau Zhuhai Airshow di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 3 November 2018. Gambar diambil 3 November 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Pameran Penerbangan dan Dirgantara Internasional China, sebuah pertunjukan udara terbesar di negeri "Panda" itu akan tetap berlangsung pada November, menurut keterangan panitia pada Rabu kemarin (9/9/2020).

Melansir Reuters, waktu penyelenggaraan sempat mundur dari rencana sebelumnya karena wabah virus corona (Covid-19).

“Sampai saat ini, Zhuhai Airshow ke-13 China masih akan diadakan sesuai jadwal. Jika ada perubahan, silakan merujuk ke berita dan situs resmi,” kata juru bicara dalam pernyataan kedua.

Baca juga: Semakin Memanas, Perusahaan AS di China Prediksi Hubungan Buruk Berlangsung hingga 3 Tahun ke Depan

Sebelumnya, sebuah surel dari juru bicara panitia mengatakan bahwa pertunjukan udara yang dijadwalkan pada November telah dibatalkan karena wabah virus corona dan sebagai gantinya akan dilaksanakan pada 2022.

Namun tak lama, juru bicara itu mengatakan bahwa pernyataannya itu hanyalah prediksi dia belaka.

Acara 2 tahunan itu biasanya menarik sponsor utama, seperti Airbus SE, Boeing Co dan Commercial Aircraft Corp of China dan biasanya digunakan Beijing untuk memamerkan kemampuan penerbangan yang semakin berkembang.

Baca juga: Hubungan AS-China Memanas, Pebisnis Amerika di China Waswas

Pengumuman itu muncul karena sebagian besar warga negara asing dilarang memasuki China karena kekhawatiran tentang kasus impor virus corona dan pembatasan ketat pada penerbangan internasional.

Sementara itu, tak seperti Beijing, pameran kedirgantaraan terbesar tahun ini, Farnborough Airshow Inggris, dibatalkan karena pembatasan perjalanan dan kemerosotan industri akibat pandemi.

Penyelenggara Zhuhai airshow menolak berkomentar lebih lanjut tentang alasan perubahan keputusan saat dihubungi oleh Reuters.

Baca juga: China Diduga Uji Coba Jet Tempur FC-31, Disebut Mirip F-35 AS

Industri penerbangan domestik China telah pulih dan sekarang berjalan pada lebih dari 90 persen tingkat kapasitas pra-pandemi, menurut perusahaan data OAG.

Akan tetapi itu belum menjelaskan pengembalian profitabilitas maskapai penerbangan China.

Ketika industri global terhuyung-huyung karena dampak pandemi, banyak perusahaan kedirgantaraan Barat telah mengurangi anggaran dan beberapa tidak berencana untuk menghadiri pertunjukan udara Zhuhai, ungkap sumber perusahaan.

Kemajuan pada beberapa program pesawat sipil utama termasuk COMAC's narrowbody jet C919 dan widebody CR929, yang dikembangkan bersama dengan Rusia, juga melambat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Baca juga: Presiden Xi Jinping: China Telah Lewati Cobaan Virus Corona yang Luar Biasa


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjebak 2 Pekan di Dalam Tanah, 11 Penambang Berhasil Diselamatkan

Terjebak 2 Pekan di Dalam Tanah, 11 Penambang Berhasil Diselamatkan

Global
Bajak Laut Bunuh Seorang Pelaut dan Culik 15 Awak dari Kapal Kargo Turki

Bajak Laut Bunuh Seorang Pelaut dan Culik 15 Awak dari Kapal Kargo Turki

Global
Salah Satu Masjid Tertua Ditemukan di Israel, Dibangun Seorang Sahabat Nabi

Salah Satu Masjid Tertua Ditemukan di Israel, Dibangun Seorang Sahabat Nabi

Global
7 Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Milik Negara Mana Saja?

7 Paspor Terkuat di Dunia Tahun 2021, Milik Negara Mana Saja?

Global
Temuan Komplek Kuburan Tua, Ungkap Makna Gigi Rusa di Zaman Batu

Temuan Komplek Kuburan Tua, Ungkap Makna Gigi Rusa di Zaman Batu

Global
Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan, Taipei Siagakan Rudalnya

Pesawat Pengebom China Masuki Wilayah Taiwan, Taipei Siagakan Rudalnya

Global
Dihina 'Busuk' dan 'Murahan', Wanita Ini Gugat Iparnya ke Pengadilan

Dihina "Busuk" dan "Murahan", Wanita Ini Gugat Iparnya ke Pengadilan

Global
Seorang Pria 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Makan Jamur dan Air Bendungan

Seorang Pria 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Makan Jamur dan Air Bendungan

Global
Madinah Jadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

Madinah Jadi Salah Satu Kota Tersehat di Dunia Versi WHO

Global
Pembeli Beri Tip Pelayan Toko Rp 19 Juta, Tinggalkan Pesan Mengumpat Covid-19

Pembeli Beri Tip Pelayan Toko Rp 19 Juta, Tinggalkan Pesan Mengumpat Covid-19

Global
Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Permukiman Warga

Ban Pesawat Hilang saat Mendarat, Rupanya Jatuh di Permukiman Warga

Global
Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Potong Antrean Vaksinasi Covid-19, Jenderal di Spanyol Ini Mengundurkan Diri

Global
Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Promosikan Jamu Anti-corona Racikan Dukun, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Global
Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Global
Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Salah Satu dari Kembar Identik Tertua Inggris Memaki Boris Johnson Setelah Saudaranya Meninggal karena Covid-19

Global
komentar
Close Ads X