Yoshihide Suga Digadang-gadang jadi PM Jepang Pengganti Shinzo Abe

Kompas.com - 09/09/2020, 11:46 WIB
Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menunjukkan plakat berisi nama era baru Kekaisaran Jepang, yakni Reiwa. Nama itu bakal menggantikan era Heisei yang dimulai sejak Januari 1989. Kyodo via Japan TimesSekretaris Kabinet Yoshihide Suga menunjukkan plakat berisi nama era baru Kekaisaran Jepang, yakni Reiwa. Nama itu bakal menggantikan era Heisei yang dimulai sejak Januari 1989.

TOKYO, KOMPAS.com -  Yoshihide Suga berada di jalur kemenangan telak dalam pemilihan perdana menteri Jepang berikutnya, 14 September untuk menggantikan Shinzo Abe.

Penghitungan tersebut datang dari surat kabar Asahi yang menunjukkan hasil setelah debat dimulai pada Rabu malam (9/9/2020), di antara 3 kandidat yang bersaing untuk menggantikan pemimpin lama Abe.

Baca juga: Topan Haishen Hantam Jepang, Jutaan Warga Mencari Tempat Perlindungan

Suga, kepala sekretaris kabinet Jepang, mendapat dukungan untuk menjadi pemimpin partai dari 308 atau hampir 80 persen anggota Partai Demokrat Liberal (LDP), yang berkuasa dengan kursi di parlemen, kata Asahi seperti yang dilansir dari Reuters pada Rabu (9/9/2020). 

Itu berarti Suga sudah memiliki 58 persen dari total suara LDP, lebih dari yang dibutuhkan mayoritas, bahkan tanpa menghitung 141 suara tambahan yang akan datang dari bagian prefektur partai.

Baca juga: Kandidat Terkuat PM Jepang, Yoshihide Suga, Siap Lanjutkan Abenomics

Pemilihan kepemimpinan partai akan diadakan pada 14 September, tanggal yang ditetapkan setelah keputusan Abe untuk mundur karena alasan kesehatan.

Pemenangnya hampir pasti menjadi perdana menteri karena mayoritas parlemen diduduki LDP.

Suga, mantan menteri pertahanan Shigeru Ishiba, dan mantan menteri luar negeri Fumio Kishida muncul dalam debat yang disiarkan televisi pada Rabu, menjelaskan siapa yang harus memimpin negara setelah hampir 8 tahun dipimpin Abe.

Baca juga: Wakaresaseya Agen Sewaan untuk Putuskan Hubungan Asmara di Jepang

Abe memiliki kesuksesan awal dengan inisiatif ekonomi "Abenomics", tetapi pandemi virus corona telah menggerus capaian tersebut.

Jepang, ekonomi terbesar ketiga di dunia, tenggelam lebih dalam ke resesi pasca-perang terburuk pada kuartal kedua tahun ini, dengan rekor kontraksi tahunan 28 persen, menurut data pemerintah.

Baca juga: Shinzo Abe, PM Jepang yang Mengundurkan Diri, Balas Pesan Hangat ke Jokowi Pakai Bahasa Indonesia

Suga mengatakan pada Selasa (8/9/2020) bahwa pekerjaan terbesar perdana menteri baru adalah menghidupkan kembali ekonomi yang dilanda virus corona.

Ishiba telah menjadi sosok yang populer di kalangan publik, sementara Kishida memiliki pengalaman diplomatik yang tidak dimiliki Suga.

Namun, mereka hanya memiliki sebagian kecil dari dukungan LDP yang didulang Suga, menurut penghitungan Asahi.

Baca juga: Pemilihan PM Jepang Direncanakan 14 September, 4 Nama Ini Berpotensi Ikut


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X