Rusia Tolak Klaim Alexei Navalny Diracuni, Inggris Curiga

Kompas.com - 07/09/2020, 11:30 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat berorasi menuntut pembebasan demonstran yang dipenjara, karena menuntut keadilan pemilu. Foto diambil pada 29 September 2019 di Moskwa, Rusia. REUTERS/SHAMIL ZHUMATOVPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat berorasi menuntut pembebasan demonstran yang dipenjara, karena menuntut keadilan pemilu. Foto diambil pada 29 September 2019 di Moskwa, Rusia.

LONDON, KOMPAS.com - Inggris pada Minggu (6/9/2020) mengatakan, Rusia memiliki "serangkaian pertanyaan yang sangat serius untuk dijawab".

Kecurigaan Inggris itu berkaitan dengan keracunan yang menimpa pemimpin oposisi Alexei Navalny.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan, "jelas" kritikus Kremlin itu diracuni dengan racun saraf era Soviet yaitu Novichok.

Baca juga: Rusia Bungkam soal Keracunan Navalny, Sanksi dari Uni Eropa Menanti

Racun itu sebelumnya juga digunakan saat meracuni mantan agen ganda Rusia di kota Salisbury, Inggris, pada 2018.

Jerman yang merawat Navalny mengatakan, ada "bukti kuat" penggunaan racun itu tapi Moskwa menyebut tidak ada bukti keracunan.

"Jadi yang jelas sekarang adalah pemerintah Rusia memiliki serangkaian pertanyaan yang sangat serius untuk dijawab," kata Raab kepada Sky News dikutip dari AFP.

Baca juga: Belarus Klaim Racun Novichok untuk Navalny Rekayasa Jerman dan Polandia

Raab juga berbicara dengan mitranya dari Jerman yakni Menlu Heiko Maas pada Kamis (3/9/2020), dengan mengatakan Inggris akan bekerja dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia untuk mendorong Rusia memberikan jawaban.

Penyelidikan akan menentukan apakah ada keterlibatan negara, katanya, seraya menyebut penggunaan senjata kimia "memuakkan" dan "gansterisme murni".

Hubungan Inggris dengan Rusia menegang sejak adanya percobaan pembunuhan yang diduga dilakukan agen Rusia, terhadap eks mata-mata Sergei Skripal di Salisbury dua tahun lalu.

Baca juga: Selamat dari Keracunan, Eks Mata-mata Rusia Jalani Hidup Baru bareng Putrinya

Skripal dan putrinya Yulia selamat dari serangan itu. Novichok diduga diolesi di pegangan pintu di rumah mereka di kota itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Global
Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Global
TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

Global
Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Global
Beruang Ini Jadi Model 'Paling Laris' di Rusia

Beruang Ini Jadi Model "Paling Laris" di Rusia

Global
Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Global
Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Global
Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Global
PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut sebagai Ancaman

PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut sebagai Ancaman

Global
PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

Global
Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Global
Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Global
Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Global
Nagorno-Karabakh Menunggu Perang Berhenti dan Berharap Dapat Bangun Kota Kembali

Nagorno-Karabakh Menunggu Perang Berhenti dan Berharap Dapat Bangun Kota Kembali

Global
komentar
Close Ads X