Hamas Menyangkal Berhubungan dengan Kelompok Sayap Kanan Boogaloo Bois

Kompas.com - 06/09/2020, 20:11 WIB
Anggota brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas yang menguasai Jalur Gaza. AFPAnggota brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

GAZA CITY, KOMPAS.com - Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, membantah memiliki hubungan dengan gerakan ekstremis sayap kanan Boogaloo Bois dari Amerika Serikat (AS).

Hal itu diungkapkan kelompok tersebut melalui sebuah pernyataan sebagaimana dilansir dari Middle East Monitor, Minggu (6/9/2020).

"Kami mengecam upaya pemerintah AS untuk menghubungkan Hamas dengan setiap anggota kelompok ini," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.

Kelompok itu menyatakan bahwa pengaitan hubungan antara Boogaloo Bois dengan Hamas adalah upaya untuk mendiskreditkan perjuangan rakyat Palestina.

Baca juga: Hezbollah dan Hamas Bertemu, Ini yang Mereka Bicarakan soal Israel

"Ini adalah upaya putus asa untuk mendiskreditkan gerakan (pembebasan) atas permintaan Israel atau kepemimpinan ekstremisnya," tambah Hamas.

Hamas mengatakan bahwa organisasinya adalah gerakan pembebasan nasional Palestina atas pendudukan Israel.

"Dan tidak mencampuri urusan internal negara mana pun di seluruh dunia," lanjut Hamas

Boogaloo Bois adalah kelompok sayap kanan AS yang memusuhi institusi publik AS.

Baca juga: Gerakan Sayap Kanan AS Diduga Pasok Persenjataan ke Hamas

Anggota kelompok tampak membawa senjata dalam protes di Minneapolis setelah kematian George Floyd di bawah lutut seorang petugas kepolisian.

Sebelumnya, diberitakan bahwa dua anggota kelompok Boogaloo Bois ditangkap oleh pihak berwenang AS dan didakwa berkonspirasi untuk mendukung Hamas.

Kedua orang itu diidentifikasi identitasnya sebagai Michael Robert Solomon (30) dan Benjamin Ryan Teeter (22).

Kementerian Kehakiman AS menuduh Solomon dan Teeter memberikan dukungan material kepada "organisasi teroris asing".

Baca juga: Usai Berperang 3 Minggu, Hamas dan Israel Sepakat Akhiri Baku Tembak

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

6 Bukti Netizen Indonesia Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Akun Luar pun Diserang

Global
Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Lebih dari 500 Tentara AS Akan Ditempatkan secara Permanen di Jerman

Global
Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Mengaku Sebagai Anak, Pria dan Wanita Rampok Pengemis Tua, Bawa Kabur Rp 17 Juta

Global
Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Demi Tekan Polusi Udara, Perancis Berencana Larang Penerbangan Jarak Pendek

Global
Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina 'Tong Mesiu'

Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina "Tong Mesiu"

Global
Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Seluruh Tentara AS di Afghanistan Bakal Ditarik pada 11 September

Global
Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai 'Piala' Perang

Armenia Panas, Azerbaijan Pamerkan Helm Tentara yang Tewas sebagai "Piala" Perang

Global
Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Kelompok Afiliasi ISIS Gempur Pangkalan Militer di Nigeria

Global
Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Polisi yang Tembak Mati Daunte Wright Mengundurkan Diri, Kepala Kepolisian Juga Ikut Resign

Global
[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

[POPULER GLOBAL] Pasangan Gay Thailand Diserang Netizen Indonesia | Kapal Ever Given Tertahan Lagi

Global
'Imut dan Nakal', Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

"Imut dan Nakal", Cerita Gadis-gadis Korban Asian Fetish Pria di Australia

Global
Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Krisis Mereda, Raja Jordania dan Pangeran Hamzah Ziarah Bersama

Global
Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Jaga-jaga Perang Lawan China, Taiwan Modernisasi Alutsista

Global
PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Global
Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Menteri Kesehatan Austria Mundur karena Lelah Tangani Wabah Covid-19

Global
komentar
Close Ads X