"Saya Tak Percaya Kemanjuran Vaksin Corona yang Dijanjikan Trump"

Kompas.com - 06/09/2020, 12:55 WIB
Foto tertanggal 27 Agustus 2020 menampilkan Calon Wakil Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris, berpidato di Washington. AP/CAROLYN KASTERFoto tertanggal 27 Agustus 2020 menampilkan Calon Wakil Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris, berpidato di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Calon Wakil Presiden Amerika Serikat ( AS) dari Partai Demokrat Kamala Harris, tidak percaya dengan kemanjuran vaksin corona yang dijanjikan Presiden AS Donald Trump.

Harris mengatakannya pada Sabtu (5/9/2020), bahwa jika vaksin Covid-19 itu tersedia sebelum pemilu November mendatang, dia tidak akan memercayai kata-kata Trump soal keamanan dan kemanjurannya.

Trump menghadapi tekanan kuat untuk menahan penularan virus corona di "Negeri Paman Sam", yang mempersuram prospeknya untuk memenangi pemilu lagi.

Baca juga: Butuh Cepat, AS Akan Setujui Vaksin Corona Sebelum Uji Klinis Selesai

Jajaran kabinetnya pun mulai khawatir, dan mempercepat penelitian vaksin corona agar sesuai dengan agenda politik.

"Saya tak akan percaya Donald Trump dan harus sumber informasi kredibel yang berbicara tentang kemanjuran dan keampuhan (vaksin)," kata Harris kepada CNN.

"Saya tidak akan percaya kata-katanya begitu saja," lanjutnya dikutip dari AFP Minggu (6/9/2020).

Baca juga: Chadwick Boseman Black Panther Meninggal, Twit Terakhirnya Dukung Kamala Harris

Jelang pemilu pada 3 November mendatang, AS terus gencar mencari titik terang vaksin corona, untuk membasmi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 188.000 pasien dan melumpuhkan perekonomian negara adidaya itu.

Pekan ini tersiar kabar bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) meminta negara-negara bagian menghapus birokrasi yang mencegah distribusi vaksin terpusat, menjadi "beroperasi penuh pada 1 November 2020".

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga meningkatkan kemungkinan vaksin dapat diberikan otorisasi darurat sebelum uji coba berakhir.

Baca juga: WHO Dituding Korup, AS Enggan Ikut Koalisi Pengembangan Vaksin Corona

Trump di depan para pendukungnya pada Konvensi Nasional Partai Republik pekan lalu berkata, AS "akan memproduksi vaksin sebelum akhir tahun, atau mungkin lebih cepat".

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol 'Mute' Debat Trump-Biden Lebih Tertib

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol "Mute" Debat Trump-Biden Lebih Tertib

Global
7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

Global
Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Global
Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Global
Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Global
Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Global
Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Global
Menikmati Kerja, 3 WNI di Australia Belum Pensiun di Usia 70 Tahun

Menikmati Kerja, 3 WNI di Australia Belum Pensiun di Usia 70 Tahun

Global
Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Global
Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Global
Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Global
Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Global
China Izinkan Lansia 70 Tahun ke Atas Ajukan Pembuatan SIM

China Izinkan Lansia 70 Tahun ke Atas Ajukan Pembuatan SIM

Global
Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Global
Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Global
komentar
Close Ads X