India-China Sepakat Redakan Ketegangan Perbatasan

Kompas.com - 05/09/2020, 17:19 WIB
Tank T-72 milik AD India dalam sebuah parade militer. Saat ini terdapat setidaknya 100 unit tank buatan Rusia ini di kawasan pegunungan Ladakh yang berbatasan dengan China. AP Photo/ Carolyn KasterTank T-72 milik AD India dalam sebuah parade militer. Saat ini terdapat setidaknya 100 unit tank buatan Rusia ini di kawasan pegunungan Ladakh yang berbatasan dengan China.

NEW DELHI, KOMPAS.com – India dan China sepakat untuk meredakan ketegangan terkait perbatasan keduanya di Himalaya.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada Sabtu (5/9/2020) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Sejak bentrokan berdarah di perbatasan kedua negara pecah pada Juni, kedua belah pihak mengerahkan kekuatan tambahan di sepanjang perbatasan.

India menyatakan 20 tentaranya tewas dalam bentrokan itu sedangkan China tidak merilis jumlah korban dari pihaknya.

Baca juga: India Blokir PUBG, China Marah-marah Lagi

Pejabat tinggi kedua negara akhirnya bertemu di sela-sela pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai di Moskwa, Rusia, pada Jumat (4/9/2020).

Dua petinggi tersebut adalah Menteri Pertahanan India Rajnath Singh dan Komandan Pasukan Roket China Jenderal Wei Fenghe.

Kementerian Pertahanan India menyatakan kedua negara sepakat bahwa tidak ada pihak boleh memperkeruh hubungan Negeri “Anak Benua” dan Negeri “Panda”.

“Yang dapat memperumit situasi atau meningkatkan masalah di daerah perbatasan," sambung Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Konflik Perbatasan China-India Berkepanjangan, Panglima India: Bisa Selesai dengan Pembicaraan

Wei mengatakan kedua belah pihak harus mempromosikan perdamaian dan stabilitas sekaligus bekerja untuk meredakan ketegangan saat ini.

Pernyataan Wei tersebut disiarkan oleh Kementerian Pertahanan China dalam laporan berita situsnya.

Wei menambahkan, bagaimanapun, bahwa kesalahan atas ketegangan baru-baru ini terletak "sepenuhnya pada India".

Baca juga: Setelah TikTok, India Blokir PUBG dan 118 Aplikasi Lain dari China

Dia juga mengatakan bahwa China bertekad untuk menjaga kedaulatan nasional dan wilayahnya.

China meminta India untuk memperkuat kendali atas pasukan di garis depan dan menahan diri dari tindakan provokatif.


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muak Sering Masuk Bengkel, Vlogger Ini Bakar Sedan Mewah Senilai 2 Miliar

Muak Sering Masuk Bengkel, Vlogger Ini Bakar Sedan Mewah Senilai 2 Miliar

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Marco van Basten, Durasi Singkat Si Mesin Gol Dahsyat

[Biografi Tokoh Dunia] Marco van Basten, Durasi Singkat Si Mesin Gol Dahsyat

Global
Perancis 'Terjebak' dalam Pusaran Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Perancis "Terjebak" dalam Pusaran Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Global
Pasca-gempa di Turki, Orang-orang Berharap Anggota Keluarganya Selamat

Pasca-gempa di Turki, Orang-orang Berharap Anggota Keluarganya Selamat

Global
Pria Ini Siksa Teman hingga Tewas karena Menolak Diajak Minum-minum

Pria Ini Siksa Teman hingga Tewas karena Menolak Diajak Minum-minum

Global
Video Viral Mobil Sedan Terobos Masuk Masjidil Haram dan Tabrak Gate 89

Video Viral Mobil Sedan Terobos Masuk Masjidil Haram dan Tabrak Gate 89

Global
Sempat Jadi Pusat Pandemi, Wuhan Kini Incaran Turis

Sempat Jadi Pusat Pandemi, Wuhan Kini Incaran Turis

Global
Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Sebelum Beraksi, Pelaku Teror Gereja Perancis Sempat Telepon Keluarga

Sebelum Beraksi, Pelaku Teror Gereja Perancis Sempat Telepon Keluarga

Global
Tak Mau Gencatan Senjata, Ini yang Dijanjikan Azerbaijan-Armenia

Tak Mau Gencatan Senjata, Ini yang Dijanjikan Azerbaijan-Armenia

Global
Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani

Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani

Global
Keluarga Pelaku Teror di Perancis: Kami Ingin Bukti, jika Benar, Hukum Dia

Keluarga Pelaku Teror di Perancis: Kami Ingin Bukti, jika Benar, Hukum Dia

Global
Warga Perancis Marah menjadi Target Serangan Terorisme

Warga Perancis Marah menjadi Target Serangan Terorisme

Global
Pasca-serangan Teror, Warga Letakkan Bunga dan Lilin di Depan Gereja Notre-Dame

Pasca-serangan Teror, Warga Letakkan Bunga dan Lilin di Depan Gereja Notre-Dame

Global
[POPULER GLOBAL] Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis | Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

[POPULER GLOBAL] Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis | Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

Global
komentar
Close Ads X