Demo Anti-Rasisme Terjadi 100 Hari Tanpa Henti di Portland AS

Kompas.com - 05/09/2020, 12:38 WIB
Seorang pria berkaus Navy mengacungkan jari tengah kepada polisi setelah disemprot dan dipukuli dalam aksi unjuk rasa menentang ketidaksetaraan ras di Portland, Amerika Serikat, 18 Juli 2020. THE PORTLAND TRIBUNE via ReutersSeorang pria berkaus Navy mengacungkan jari tengah kepada polisi setelah disemprot dan dipukuli dalam aksi unjuk rasa menentang ketidaksetaraan ras di Portland, Amerika Serikat, 18 Juli 2020.

PORTLAND, KOMPAS.com - Kota Portland di Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini memasuki 100 hari demonstrasi tanpa henti yang mengecam kebrutalan polisi dan menyuarakan anti- rasisme.

Aksi unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh kematian George Floyd di Minneapolis pada Mei.

Demo-demo kemudian merebak ke kota lain, termasuk Portland di negara bagian Oregon.

Khusus di Portland, kota yang berpenduduk 650.000 jiwa dan lebih dari 70 persen warganya berkulit putih, para aktivis tetap berada di jalan hampir setiap malam, menuntut keadilan rasial dan akuntabilitas polisi.

Baca juga: Pro-Kontra, Trump Batalkan Penarikan Pasukan Federal untuk Pembersihan Kerusuhan di Portland

"Kalau kita mau mengubah sistem, menolak rasisme sistematis ini, kita harus terus menyuarakannya di jalanan setidaknya sampai pemilu," kara seorang demonstran yang hanya memberikan inisial nama S saat diwawancarai AFP.

Lelaki itu menuduh Presiden Donald Trump mengobarkan ketegangan rasial, dengan mengatakan "negara tidak pernah sepecah ini sebelumnya".

Meski demonstrasi mereda setelah agen federal mundur pada akhir Juli, ketegangan meningkat lagi akhir pekan lalu setelah seorang pria yang diidentifikasi sebagai pendukung kelompok sayap kanan ditembak mati.

Baca juga: Pendemo Bugil dalam Aksi Portland: Rasanya seperti Ada di Pusat Badai

Trump menyebut kota itu dikepung oleh "preman" yang terlibat dalam "terorisme domestik", meski sebagian besar aksi unjuk rasa berlangsung damai.

Dia juga memperingatkan jika rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, memenangkan pemilu pada November, kota-kota seperti Portland akan kacau di seantero AS.

Namun sejumlah aktivis di Portland mengaku, mereka tidak menyampikan aspirasi dengan anarkis.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Penganut Saksi Yehova Tolak Wajib Militer, Korsel Persilakan Mereka Kerja di Penjara

Global
Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Pemimpin Sekte Seks NXIVM Keith Raniere Dihukum 120 Tahun Penjara

Global
Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Anak Haram Mantan Raja Belgia Diakui, Ini Pertemuan Bersejarah Mereka

Global
Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Polisi Tembak Pria Kulit Hitam Lagi, Aksi Protes Pecah di Philadelphia

Global
Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Putra dari Seorang Misionaris Diculik di Niger

Global
Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Situs Web Kampanye Trump Dibajak, Tim Siapkan Penyelidikan

Global
Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Pemimpin Muslim di Perancis Minta Umat Islam Abaikan Kartun Nabi Muhammad

Global
Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Protes Bermunculan, Perancis Desak Warganya di Negara Muslim untuk Berhati-hati

Global
Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah 'Nyangkut' di Tembok

Gali Lubang untuk Kabur, Napi Gemuk Malah "Nyangkut" di Tembok

Global
Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Media China Sebut Jet Tempur Beijing Wajib Terbang di Atas Taiwan

Global
[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

[POPULER GLOBAL] Joe Biden Favorit Kuat Kalahkan Trump | Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Perang Lawan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Istri PM Armenia Ikut Latihan Militer

Global
Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Satu Bulan Perang Nagorno-Karabakah, Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Global
Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Penumpang Wanita Disuruh Telanjang saat Diperiksa, Australia Komplain ke Qatar

Global
Melbourne Rayakan 'Double Donuts', 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Melbourne Rayakan "Double Donuts", 2 Hari Beruntun Nol Kasus Baru Covid-19

Global
komentar
Close Ads X