Kalau Punya Masalah dengan China, Apa yang Harus Dilakukan Sebuah Negara?

Kompas.com - 04/09/2020, 17:37 WIB
Dalam kunjungannya ke Norwegia, Menlu China Wang Yi memperingatkan lagi usaha untuk mempolitisasi Hadiah Nobel Perdamaian. AP via ABC INDONESIADalam kunjungannya ke Norwegia, Menlu China Wang Yi memperingatkan lagi usaha untuk mempolitisasi Hadiah Nobel Perdamaian.

OSLO, KOMPAS.com - Hubungan diplomatik antarnegara sering mengalami pasang surut, seperti yang terjadi di sejumlah negara Barat yang dilaporkan bersitegang dengan China.

Norwegia adalah salah satu negara yang pernah mengalami hubungan memanas dengan China, salah satu negara adidaya dunia.

Ketika Komite Nobel Norwegia menghadiahkan Nobel Perdamaian 2010 kepada seorang pembangkang politik terkenal China Lu Xiaobo, hubungan Norwegia dengan China langsung membeku.

Baca juga: India Blokir PUBG, China Marah-marah Lagi

Padahal Norwegia adalah negara Barat pertama yang mengakui China pimpinan Partai Komunis dan keduanya membangun hubungan diplomatik di tahun 1950.

Liu Xiabo mendapat Nobel Perdamaian karena menyuarakan kebebasan berpendapat di China. (Reuters: Bobby Yip, file photo)REUTERS/BOBBY YIP via ABC INDONESIA Liu Xiabo mendapat Nobel Perdamaian karena menyuarakan kebebasan berpendapat di China. (Reuters: Bobby Yip, file photo)
Namun ketika hadiah Nobel tersebut diberikan kepada Liu yang meninggal pada 2017, China menghentikan pembicaraan dagang dengan Norwegia dan membatasi ekspor sejumlah komoditi.

Kebekuan hubungan berlangsung selama enam tahun, sampai akhirnya hubungan pulih kembali di tahun 2016.

Sepuluh tahun kemudian di tahun 2020, Australia mengalami masalah yang sama dengan China, setelah Australia menyerukan adanya penyelidikan mengenai asal muasal virus Covid-19, yang pertama kali diketahui menyebar di kota Wuhan di China.

Baca juga: Konflik Perbatasan China-India Berkepanjangan, Panglima India: Bisa Selesai dengan Pembicaraan

Apa dampaknya bagi Norwegia?

 

China membatasi impor salmon dari Norwegia, produk utama dari negara Skandinavia tersebut.FLICKR/BakiOguz via ABC INDONESIA China membatasi impor salmon dari Norwegia, produk utama dari negara Skandinavia tersebut.
Pertama, pejabat China pernah mengancam jika keputusan pemenang Nobel Perdamaian akan "berdampak buruk bagi hubungan China-Norwegia".

Namun pejabat di Norwegia sebenarnya tidak bisa melakukan apa pun mengenai pemenang Nobel.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X