Kompas.com - 04/09/2020, 15:39 WIB
Dalam foto yang diambil pada 25 Agustus 2020 dan dirilis oleh media Korea Utara KCNA pada 26 Agustus 2020, nampak Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan komite pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang. AFP/KCNA VIA KNS/STRDalam foto yang diambil pada 25 Agustus 2020 dan dirilis oleh media Korea Utara KCNA pada 26 Agustus 2020, nampak Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan komite pusat Partai Buruh Korea di Pyongyang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pakar Korea Utara mengklaim, Kim Jong Un bersembunyi dalam keadaan panik di tengah rumor bahwa dia mengalami koma.

Sourabh Gupta memberikan penjelasan itu kepada RT bahwa Korut saat ini "berada dalam keadaan genting", dengan Kim berusaha menanganinya.

"Pemimpin di Korea Utara bisa menghilang jika ada yang tidak beres di sekelilingnya. Dia bakal segera ke bunker persembunyiannya," jelas Gupta.

Baca juga: Kim Jong Un Diklaim Mengedip kepada Mantan Sekretaris Pers Gedung Putih

Pakar dari Institute for China-America Studies itu berujar, salah satu contohnya adalah wabah Covid-19 yang dia sebut sudah menghantam Korea Utara pada April.

Gupta mengatakan, Kim Jong Un menghilang untuk waktu yang cukup lama dengan parlemen di negara tertutup itu hampir tidak berfungsi sepenuhnya.

Dilansir Daily Express Kamis (3/9/2020), Kim memang muncul ke hadapan publik pada Mei, ketika dia meresmikan pabrik pupuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi menurut Gupta, momen itu hanya sebentar. Dia meyakini bahwa Pemimpin Korut sejak 2011 itu kembali mengalami masalah karena Covid-19.

"Belum lagi adanya topan yang datang serta sanksi yang masih menghantam. Kondisi di Korea Utara benar-benar saat ini dan membuatnya panik," paparnya.

Sang pakar merujuk kepada dua topan lain yang bakal menyerang tak hanya Korut, tapi juga Korea Selatan, setelah Topan Maysak yang membanjiri Pyongyang maupun kota Korut lainnya.

Gupta menjelaskan, Kim sebenarnya sudah mendelegasikan kekuasaannya ke sejumlah orang. Termasuk kepada si adik, Kim Yo Jong, yang kini ikut menghilang.

Terkait dengan menghilangnya Kim adik sejak 27 Juli, Gupta membantah rumor bahwa kakaknya sudah menganggapnya sebagai ancaman.

Menurut Gupta, Kim jelas ingin mempertahankan kekuasaan berdasarkan di keluarganya. Karena itu, dia lebih memprioritaskan adiknya daripada istrinya, Ei Sol Ju.

"KIm Yo Jong menangani relasi dengan AS dan Korsel. Dan sekarang juga diserahi mandat mengurusi Covid-19 di sana," ujar dia.

Baca juga: Kim Yo Jong Menghilang, Diduga Dia Dianggap Ancaman oleh Kim Jong Un

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelamat Hewan Kaget Temukan 92 Ular Derik Bersembunyi di Bawah Rumah

Penyelamat Hewan Kaget Temukan 92 Ular Derik Bersembunyi di Bawah Rumah

Global
Kali Pertama, Rusia Laporkan 1.002 Kematian akibat Covid-19 dalam Sehari

Kali Pertama, Rusia Laporkan 1.002 Kematian akibat Covid-19 dalam Sehari

Global
Maling di Australia Curi Sepeda Motor Pakai Traktor Sawah

Maling di Australia Curi Sepeda Motor Pakai Traktor Sawah

Global
China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Terkejut

China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Terkejut

Global
Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Global
Shalat Subuh Pertama Tanpa Jaga Jarak, Arab Saudi Izinkan Masjidil Haram Kapasitas Penuh

Shalat Subuh Pertama Tanpa Jaga Jarak, Arab Saudi Izinkan Masjidil Haram Kapasitas Penuh

Global
Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Global
Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Global
Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Global
Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Intelijen AS: Korut Bakal Uji Coba Rudal Balistik Tahun Depan

Global
Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Alat Setrum Kelamin dan Kursi Hukuman, Cara China Siksa Tahanan Menurut Mantan Perwiranya

Global
Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Setelah Unggah Video Mengaku Dapat Ancaman, Wanita Qatar Ini Hilang Secara Misterius

Global
Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Kemenlu Verifikasi Dugaan Staf KJRI Los Angeles Aniaya ART yang Disorot Media AS

Global
Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Kematian Harian Covid-19 Rusia Lampaui 1.000 Jiwa untuk Pertama Kalinya

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.