Tikam PNS hingga Tewas, Pegulat Nasional Divonis Hukuman Mati

Kompas.com - 04/09/2020, 13:12 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang pegulat muda dijatuhi hukuman mati di Iran, atas kasus pembunuhan Pegawai Negeri Sipil ( PNS) di sana dua tahun lalu.

Putusan pengadilan itu diberitakan media Iran Young Journalists Club (YJC) pada Kamis (3/9/2020).

YJC melaporkan, Navid Afkari pegulat yang berkompetisi di turnamen nasional, dihukum atas dasar qisas atau hukuman yang setimpal dalam hukum Islam.

Baca juga: Pengunjuk Rasa di Iran Tahun Lalu Dicambuk, Dilecehkan secara Seksual dan Disetrum

Sementara itu kantor berita pengadilan Mizan Online mengatakan, dia dinyatakan bersalah atas "pembunuhan tidak terencana" terhadap seorang PNS di departemen pengairan Shiraz, Iran selatan.

PNS itu ditikam hingga tewas pada Agustus 2018.

Shiraz dan beberapa pusat kota lainnya di seluruh Iran saat itu sedang dilanda demonstrasi anti-pemerintah dan aksi unjuk rasa lainnya terkait kesulitan ekonomi dan persoalan sosial.

Baca juga: Pemimpin Agung Iran Khamenei Sebut UEA Pengkhianat Dunia Islam dan Palestina

Menurut media yang dekat dengan kamp konservatif Iran, beberapa lembaga keagamaan diserang dalam kerusuhan itu oleh para demonstran.

Namun laporan-laporan yang diterbitkan di luar negeri mengatakan, Afkari (27) dipaksa mengakui perbuatannya karena disiksa, dan mendorong kampanye online untuk menuntut pembebasannya.

Mizan pada Rabu (2/9/2020) membantah tuduhan itu.

Menurut Hassan Younessi pengacara Afkari, putusan itu sudah disetujui Mahkamah Agung Iran dan tidak bisa diajukan banding.

Baca juga: Dipenjara Lagi, Musisi Iran Ini Tidak Kapok Hadirkan Penari dan Penyanyi Wanita dalam Proyeknya

Akan tetapi ia akan mengajukan persidangan ulang berdasarkan informasi baru, lapor YJC yang dikutip kantor berita AFP.

Pengacara itu melanjutkan, putusan dibuat tanpa bukti yang diajukan ke pengadilan, meski Mizan mengatakan video CCTV telah mengidentifikasi Afkari sebagai pelaku.

Amnesty International kelompok hak asasi yang berbasis di London melaporkan, Iran telah mengeksekusi sedikitnya 251 orang tahun lalu.

Jumlah itu adalah yang tertinggi kedua di dunia setelah China.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Pakai iPhone untuk Kirim Twit Seruan Berhenti Impor Produk AS


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Global
Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Global
Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Global
Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Global
Anwar Ibrahim Minta 'Satu Minggu Lagi' untuk Buktikan Suara Mayoritas

Anwar Ibrahim Minta "Satu Minggu Lagi" untuk Buktikan Suara Mayoritas

Global
Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Global
Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Global
[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

Global
Perayaan Ulang Tahun ke-99 Tahun jadi Sumber Penyebaran Infeksi Covid-19

Perayaan Ulang Tahun ke-99 Tahun jadi Sumber Penyebaran Infeksi Covid-19

Global
Khamenei Iran Desak 'Menghukum' Mereka Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Ternama

Khamenei Iran Desak "Menghukum" Mereka Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Ternama

Global
4 Warga Sipil Azerbaijan Terbunuh Terkena Ranjau Darat Armenia

4 Warga Sipil Azerbaijan Terbunuh Terkena Ranjau Darat Armenia

Global
Buntut Penyelidikan Pembunuhan di Afghanistan, 13 Tentara Australia Dipecat

Buntut Penyelidikan Pembunuhan di Afghanistan, 13 Tentara Australia Dipecat

Global
Ibu Ini Tewas Setelah Selamatkan 5 Anaknya dari Kebakaran

Ibu Ini Tewas Setelah Selamatkan 5 Anaknya dari Kebakaran

Global
AS Langgar Batas Laut, Rusia Ajukan Protes Keras

AS Langgar Batas Laut, Rusia Ajukan Protes Keras

Global
Kisah Getir Pekerja Anak di Pertanian Kakao, Ada yang Berusia 5 Tahun

Kisah Getir Pekerja Anak di Pertanian Kakao, Ada yang Berusia 5 Tahun

Global
komentar
Close Ads X