Tentara Lebanon Temukan 4,35 Ton Amonium Nitrat di Dekat Pelabuhan Beirut Lagi

Kompas.com - 04/09/2020, 13:10 WIB
Kompleks pergudangan di pelabuhan Beirut, Lebanon, hancur lebur usai ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020). GETTY IMAGES via BBC INDONESIAKompleks pergudangan di pelabuhan Beirut, Lebanon, hancur lebur usai ledakan dahsyat pada Rabu (5/8/2020).

BEIRUT, KOMPAS.com - Tentara Lebanon mengatakan pada Kamis (3/9/2020) bahwa mereka menemukan 4,35 ton amonium nitrat di dekat pintu masuk pelabuhan Beirut, yang menjadi lokasi terjadinya ledakan besar karena zat yang sama pada bulan lalu.

Insinyur angkatan darat sedang "menanganinya", menurut pernyataan militer yang disiarkan oleh kantor berita negara NNA.

Baca juga: Ledakan di Beirut, 7 Orang Masih Dinyatakan Hilang

Melansir Reuters pada Kamis (3/9/2020), laporan itu mengatakan bahwa bahan kimia itu ditemukan di luar pintu masuk 9 ke pelabuhan.

Ledakan dahsyat pada 4 Agustus yang melanda Kota Beirut itu menewaskan sekitar 190 orang.

Pihak berwenang mengatakan bahwa ledakan terjadi disebabkan oleh adanya sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang telah ditumpuk dalam kondisi tanpa pengawasan aman di gudang pelabuhan selama bertahun-tahun lamanya.

Baca juga: Virus Corona Melonjak Pasca-Ledakan Beirut, Lebanon Lockdown Lagi

Ledakan itu menghancurkan seluruh lingkungan dan bangunan, serta melukai 6.000 orang.

Pasca-ledakan dan kehancuran yang terjadi, pemerintah menuai kritik keras dari masyarakat.

Amuk warga meledak karena menganggap ledakan terjadi disebabkan oleh kelalaian pemerintahan yang korup.

Baca juga: Ledakan di Beirut, Apakah Akan Picu Gejolak Arab Spring?

Di tengah amuk massa dan krisis ekonomi yang terjadi, pejabat Pemerintah Lebanon satu per satu mengundurkan diri dari jabatan.

Sementara itu, publik tetap cemas bahwa masih ada lebih banyak bahan berbahaya yang disimpan dengan buruk di tanah airnya, sehingga berisiko bagi mereka.

Baca juga: FBI Akan Bergabung dalam Penyelidikan Ledakan di Beirut, Lebanon

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah Skala Internasional

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah Skala Internasional

Global
Perwira Senior Angkatan Antariksa AS positif Covid-19

Perwira Senior Angkatan Antariksa AS positif Covid-19

Global
Dengan 100.000 Kasus per Hari, Begini Cara India Lakukan Tes Covid-19

Dengan 100.000 Kasus per Hari, Begini Cara India Lakukan Tes Covid-19

Global
Kontroversi Kartun Nabi Muhammad Semakin Panas, PBB Desak Seluruh Negara Saling Menghormati

Kontroversi Kartun Nabi Muhammad Semakin Panas, PBB Desak Seluruh Negara Saling Menghormati

Global
Bawa Pisau 30 cm, Pria Afghanistan Ditangkap Saat Naik Trem di Perancis

Bawa Pisau 30 cm, Pria Afghanistan Ditangkap Saat Naik Trem di Perancis

Global
Lakukan Protes, Toko di Libya Jadikan Wajah Presiden Perancis untuk Alas Lantai

Lakukan Protes, Toko di Libya Jadikan Wajah Presiden Perancis untuk Alas Lantai

Global
Sebut Macron Primitif, Mahathir Dukung Boikot Produk-produk Perancis

Sebut Macron Primitif, Mahathir Dukung Boikot Produk-produk Perancis

Global
Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi

Dilanda 2 Serangan dalam Sehari, Perancis Naikkan Status Darurat ke Level Tertinggi

Global
Kisah Misteri: 'Devil's Breath' dan Mitosnya yang Kelam

Kisah Misteri: 'Devil's Breath' dan Mitosnya yang Kelam

Global
Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Surat PM Pakistan kepada Para Pemimpin Negara Mayoritas Muslim: Lawan Islamofobia

Global
Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Global
1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia

1 Orang Dipenggal dalam Serangan di Gereja Perancis, Ini Tanggapan Rusia

Global
Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis

Deretan Kasus Serangan Terorisme yang Membunuh Sejumlah Warga di Perancis

Global
Penjaga Konsulat Perancis di Jeddah Ditikam Seorang Warga Arab Saudi

Penjaga Konsulat Perancis di Jeddah Ditikam Seorang Warga Arab Saudi

Global
3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal

3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal

Global
komentar
Close Ads X