Dianggap Tidak Bermoral, Pakistan Blokir 5 Aplikasi Kencan Online

Kompas.com - 03/09/2020, 22:36 WIB
Ilustrasi aplikasi kencan online Mens HealthIlustrasi aplikasi kencan online

KARACHI, KOMPAS.com - Grindr, aplikasi jejaring geososial pada Kamis (3/9/2020), mengaku sangat kecewa dengan keputusan pemerintah Pakistan yang memblokir aplikasinya di wilayah tersebut pada pekan ini.

Melansir Reuters pada Kamis (3/9/2020), selain Grindr, pemerintah Pakistan juga memblokir 4 aplikasi kencan lainnya, termasuk Tinder, setelah mereka dianggap menyebarkan "konten tidak bermoral".

Otoritas Telekomunikasi Pakistan (Pakistan Telecommunications Authority/PTA) mengatakan pada Selasa (2/9/2020) bahwa mereka sedang mengupayakan penghapusan "layanan kencan" dari aplikasi Tinder, Grindr, Tagged, Skout dan SayHi.

Baca juga: Tukang Kayu Pakistan Ini Jadi Model di Arab Saudi, Bagaimana Kisahnya?

Lalu, meminta mereka untuk memoderasi konten live streaming sesuai dengan hukum setempat.

"Kami sangat kecewa dengan...keputusan untuk melarang Grindr dan aplikasi kencan lainnya yang memungkinkan warga Pakistan untuk terhubung dengan orang lain di platform kami," kata kepala operasi Grindr, Rick Marini dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters.

Dia menggambarkan perusahaan yang berbasis di AS ini sebagai aplikasi jejaring sosial terbesar di dunia untuk kaum gay, biseksual, transgender, dan queer, “mencari cara agar kami dapat melayani komunitas LGBTQ di wilayah tersebut”.

Baca juga: Facebook Tutup Akun Politisi India yang Sebarkan Ujaran Kebencian terhadap Rohingya

Pakistan, negara mayoritas Muslim terbesar kedua di dunia setelah Indonesia, adalah negara Islam, di mana hubungan di luar nikah dan homoseksualitas adalah ilegal.

Tindakan keras baru-baru ini terhadap konten online oleh PTA juga telah melihat peringatan yang diberikan ke platform utama lainnya.

Tinder, aplikasi kencan populer global yang dimiliki oleh Match Group, mengatakan dalam tanggapan melalui email kepada Reuters, bahwa mereka selalu bersedia bekerja dengan pihak regulator dan penegak hukum.

Baca juga: Kencan Lewat Tinder, Wanita Pakistan Menghalau Tabu

"Kami menyambut baik kesempatan untuk mendiskusikan produk kami dan upaya moderasi dengan Otoritas Telekomunikasi Pakistan dan menantikan percakapan yang berarti," kata juru bicara Tinder.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Anggota Parlemen Oklahoma Usulkan Musim Berburu 'Bigfoot'

Seorang Anggota Parlemen Oklahoma Usulkan Musim Berburu 'Bigfoot'

Global
Dijuluki Manusia Terkotor di Dunia, Amou Haji Tak Mandi Selama 67 Tahun

Dijuluki Manusia Terkotor di Dunia, Amou Haji Tak Mandi Selama 67 Tahun

Global
Siapakah Shurahbil bin Hasana, Sahabat Nabi yang Dirikan Masjid di Israel?

Siapakah Shurahbil bin Hasana, Sahabat Nabi yang Dirikan Masjid di Israel?

Global
Rebelo de Sousa Kembali Terpilih sebagai Presiden Portugal meski Kasus Covid-19 Melonjak

Rebelo de Sousa Kembali Terpilih sebagai Presiden Portugal meski Kasus Covid-19 Melonjak

Global
China Ganggu Taiwan Lagi, Kali Ini Beijing Kirim 12 Jet Tempur

China Ganggu Taiwan Lagi, Kali Ini Beijing Kirim 12 Jet Tempur

Global
Pemerintah Chile Minta Maaf Setelah Salah Umumkan Peringatan Tsunami

Pemerintah Chile Minta Maaf Setelah Salah Umumkan Peringatan Tsunami

Global
Dubes Korea Utara Membelot ke Korsel Sejak 2019, Baru Ketahuan Sekarang

Dubes Korea Utara Membelot ke Korsel Sejak 2019, Baru Ketahuan Sekarang

Global
Inspirasi Energi: Tahun Bersejarah, Listrik Energi Terbarukan di Uni Eropa Kalahkan Batubara

Inspirasi Energi: Tahun Bersejarah, Listrik Energi Terbarukan di Uni Eropa Kalahkan Batubara

Global
Selandia Baru Belum Aman dari Covid-19, Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk

Selandia Baru Belum Aman dari Covid-19, Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk

Global
China Ganggu Taiwan, AS Kerahkan Kapal Induknya ke Laut China Selatan

China Ganggu Taiwan, AS Kerahkan Kapal Induknya ke Laut China Selatan

Global
Hong Kong Cabut Lockdown Usai Menguji 7.000 Orang dalam 2 Hari

Hong Kong Cabut Lockdown Usai Menguji 7.000 Orang dalam 2 Hari

Global
Taiwan Karantina 5.000 Orang karena Klaster Covid-19 dari Rumah Sakit

Taiwan Karantina 5.000 Orang karena Klaster Covid-19 dari Rumah Sakit

Global
Suami Ditusuk Istri karena Dikira Selingkuh, padahal Foto Lama Mereka

Suami Ditusuk Istri karena Dikira Selingkuh, padahal Foto Lama Mereka

Global
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador Dinyatakan Positif Covid-19

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador Dinyatakan Positif Covid-19

Global
7 Fakta Meme Bernie Sanders yang Viral sampai Indonesia

7 Fakta Meme Bernie Sanders yang Viral sampai Indonesia

Global
komentar
Close Ads X