Mengenal Novichok, Racun Saraf Era Uni Soviet yang Diduga Dipakai Meracuni Alexei Navalny

Kompas.com - 03/09/2020, 15:57 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat menunggu persidangan kasusnya di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018. REUTERS/VINCENT KESSLERPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat menunggu persidangan kasusnya di Strasbourg, Perancis, 15 November 2018.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, diduga diracun dengan racun saraf Novichok ketika dia menaiki pesawat ke Siberia.

Fakta itu diungkapkan Jerman setelah mereka menggelar tes di laboratorium milik militer, atas permintaan rumah sakit tempat Navalny dirawat.

Klaim itu kemudian menimbulkan gelombang kecaman dari para pemimpin dunia, yang meminta Rusia untuk memberikan keterangan.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Diduga Diracun dengan Racun Saraf Novichok

Dilasnir dari berbagai sumber, berikut merupakan beberapa fakta terkait Novichok, racun saraf yang diduga dipakai ke Alexei Navalny.

1. Dikembangkan di Era Uni Soviet

Novichok, yang dalam bahasa Rusia berarti "pendatang baru", dikembangkan pada Uni Soviet, di faislitas berjarak 80 kilometer dari ibu kota Moskwa.

Dikutip dari Daily Mail Kamis (3/9/2020), racun itu disebut lebih kuat dari senjata kimia lain, bahkan bisa menembus masker gas dan pakaian pelindung.

George Braitberg, profesor pengobatan darurat di The University of Melbourne, Australia, menuturkan pengembannya terjadi pada periode 1970 sampai 1990-an.

"Dikenalnya pada sekitar periode 1990-an. Tetapi untuk penelitian dan pengembannya jelas beberapa tahun sebelumnya," kata Braitberg dikutip ABC.

Dia menerangkan, Soviet tentu ingin membuat senjata yang tidak masuk dalam kategori Konvensi Senjata Kimia, yang resmi beroperasi pada 29 April 1997.

Baca juga: Putin Minta Inggris Lupakan Kasus Sepele Racun Saraf Novichok

"Ketika Anda menerjemahkan Novichok itu berarti pendatang baru atau anak baru, yang berarti dia adalah racun saraf terbaru," paparnya.

2. Sangat mematikan dibanding senjata kimia lain

Serangkaian kelompok Novichok, yang diidentifikasi berdasarkan nomor 5,7, 8, dan 9 dikembangkan secara rahasia oleh Uni Soviet.

Senjata kimia dengan nama lain A-230 tersebut diklaim 5-8 lebih mematikan dari racun saraf lain seperti VX, dan disebut senyawa terhebat yang pernah dibuat Rusia.

VX adalah racun saraf yang dipakai untuk membunuh saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, di Malaysia 13 Februari 2017.

Profesor Gary Stephens, pakar farmakologi Universitas Reading dikutip dari pemberitaan Kompas.com 13 Maret 2018 berujar, keberadaannya bahkan lebih berbahaya dibanding gas Sarin.

Baca juga: Racun Saraf Novichok Dimasukkan dalam Daftar Zat Terlarang

Ilustrasi racun.Shutterstock Ilustrasi racun.

Gas Sarin dikembangkan oleh Nazi Jerman pada akhir 1930-an yang awalnya merupakan pestisida. Sementara racun VX dibuat Inggris di 1950-an.

"Keberadaan Novichok sangat sulit untuk diidentifikasi. Racun ini juga sangat canggih daripada dua racun saraf lain," beber Stephens.

3. Seperti apa gejala orang yang terkena racun saraf itu?

Pada dasarnya, Novichok merupakan senjata kimia sangat beracun yang melemahkan detak jantung serta melumpuhkan otot pernapasan.

Baca juga: Detektif Ini Mengaku Kehilangan Segalanya karena Racun Saraf Novichok

Jika digunakan dalam dosis kecil, orang yang terkena racun tersebut bisa mengalami kejang, lemah otot saraf, gagal hati, dan kerusakan organ lain.

Sementara jika dosisnya cukup, racun yang disebut hanya bisa digunakan dalam tataran militer itu bisa menyebabkan kematian bagi seseorang.

Benda itu disebut merupakan jenis racun yang bisa sangat cepat menyebar dalam tubuh, antara 30 detik sampai dua menit setelah korban menyentuh atau mengirupnya.

Beberapa jenis Novichok diciptakan untuk kebal terhadap penangkal racun saraf yang sudah dibuat oleh organisasi keamanan internasional.

4. Bentuk Novichok berbeda-beda

Keunggulan lain Novichok adalah bentuknya yang beragam. Beberapa varian memang berbentuk cair. Namun, ada juga yang padat hingga bubuk yang begitu halus.

Bahkan, beberapa varian racun Novichok dikabarkan merupakan "senjata biner". Artinya, mereka terdiri dari dua bahan yang tidak berbahaya.

Novichok baru akan aktif sepenuhnya jika dicampur. Profesor Stephens berkata, jika terpisah, Novichok bukanlah barang berbahaya.

"Artinya, pengiriman bahan kimia ini menjadi lebih mudah. Sebab, kurir tidak akan menderita masalah kesehatan serius," beber Stephens.

Baca juga: Tersangka Pelaku Serangan Racun Novichok Mengaku ke Inggris sebagai Turis


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

PM Muhyiddin Tatap Pemilu Dini untuk Akhiri Kemelut Politik Malaysia

Global
Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Global
Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Paus Fransiskus Mengutuk Ekstremisme sebagai Pengkhianatan Terhadap Agama

Global
Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Kejutkan Umatnya, Pastor Ini Putar Musik Rap Saat Pimpin Ibadat Online

Global
Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Berusia 95 Tahun, Mahathir Jadi Warga Tertua Malaysia yang Terima Vaksin Covid-19

Internasional
India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

India Klaim Banyak Warga Myanmar yang Antre di Perbatasan untuk Mengungsi

Global
Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Militer Myanmar Menolak Jadi Boneka China, Justru Ingin Kerja Sama dengan Barat

Global
Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Paus Fransiskus Tiba di Mosul, Kota yang Dihancurkan ISIS, Ini Doanya

Global
PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

PM Malaysia Jadi Pemimpin Pertama di Dunia yang Umrah saat Pandemi Covid-19

Global
Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Dalai Lama Terima Dosis Pertama Covid-19, Desak Semua Orang Divaksin

Global
Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Demonstran di Negara Bagian AS Ini Bakar Masker: Hiruplah Kebebasan, Sayang!

Global
5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

5 Pesawat Era Perang Dingin yang Masih Andal untuk Bertempur

Internasional
Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Makam Kyal Sin, Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati, Digali Aparat Myanmar

Global
Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi 'Jutawan' di Venezuela

Bermodal Rp 100.000, Bisa Jadi "Jutawan" di Venezuela

Global
Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Ketika Pakaian Dalam dan Rok Perempuan Jadi Senjata Melawan Militer Myanmar

Global
komentar
Close Ads X