Kamerad Duch, Penjahat Kemanusiaan Khmer Merah Meninggal di Usia 77 Tahun

Kompas.com - 02/09/2020, 12:36 WIB
Dalam foto bertanggal 30 Maret 2020, nampak mantan komandan penjara Khmer Merah, Kaing Guek Eav atau dikenal sebagai Kamerad Duch. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah mengaku atas penyiksaan dan pembunuhan puluhan ribu tahanan selama periode 1975-1979. Dia dilapoirkan meninggal dalam usia 77 tahun pada Rabu (2/9/2020). AP PHOTO/Mak RemissaDalam foto bertanggal 30 Maret 2020, nampak mantan komandan penjara Khmer Merah, Kaing Guek Eav atau dikenal sebagai Kamerad Duch. Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah mengaku atas penyiksaan dan pembunuhan puluhan ribu tahanan selama periode 1975-1979. Dia dilapoirkan meninggal dalam usia 77 tahun pada Rabu (2/9/2020).

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Kamerad Duch, mantan pejabat senior dari Khmer Merah yang menjadi penjahat kemanusiaan dilaporkan meninggal di usia 77 tahun.

Pria dengan nama asli Kaing Guek Eav itu mengembuskan napas terakhir sebagai terpidana seumur hidup dalam kasus yang disidangkan oleh PBB.

Kamerad Duch sebelumnya merupakan komandan yang mengelola Penjara Tuol Sleng, di mana ribuan orang disiksa dan dipenjara pada akhir 1970-an.

Baca juga: Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

Adapun sekitar dua juta orang diyakini tewas ketika Khmer Merah, kelompok yang menganut ideologi Maoisme, menguasai Kamboja pada 1975 hingga 1979.

Duch merupakan anggota senior pertama kelompok itu yang terbukti bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan, dalma sidang vonis 2012.

Juru bicara pengadilan Neth Pheaktra mengatakan, sang pejabat kemanusiaan meninggal pada umur 77 tahun karena menderita sakit selama bertahun-tahun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia meninggal pagi ini pukul 00.52 di Rumah Sakit Persahabatan Khmer Soviet. Penyebabnya tak bisa saya ungkapkan," kata Pheaktra dikutip BBC Rabu (2/9/2020).

Apa yang terjadi pada Penjara Tuol Sleng?

Kamboja Duch merupakan komandan yang diserahi penjara S-21, dikenal juga sebagai Tuol Sleng, tempat penyiksaan terkejam selama mereka berkuasa.

Disebutkan paling sedikit 15.000 pria, perempuan, dan anak-anak yang dipandang sebagai musuh masuk ke bangunan yang dulunya sekolah tersebut.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Vietnam Tumbangkan Rezim Brutal Khmer Merah

Kebanyakan dari mereka kemudian disiksa, dipaksa mengaku atas kejahatan fiktif, sebelum dibunuh melalui eksekusi massal di luar Phnom Penh.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

Global
Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Global
Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Global
Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Global
PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

Global
Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Global
Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi 'OK' yang Jadi Kontroversi

Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi "OK" yang Jadi Kontroversi

Global
Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada 'Dewi Corona'

Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada "Dewi Corona"

Global
komentar
Close Ads X