Kompas.com - 02/09/2020, 11:02 WIB
Kendaraan militer India beriringan di jalan menuju Ladakh, di distrik Ganderbal, Gagangeer, Kashmir, pada 18 Juni 2020. REUTERS/DANISH ISMAILKendaraan militer India beriringan di jalan menuju Ladakh, di distrik Ganderbal, Gagangeer, Kashmir, pada 18 Juni 2020.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorng anggota pasukan khusus India keturunan Tibet dilaporkan tewas dalam bentrok perbatasan melawan tentara China.

Kematian prajurit itu merupakan yang pertama kali terkonfirmasi pada dua insiden yang dilaporkan dalam 48 jam terakhir di perbatasan Himalaya.

Peristiwa itu juga menjadi babak baru ketegangan di perbatasan sejak tentara India dan China baku pukul pada Juni, di mana 20 personel "Negeri Bollywood" tewas.

Baca juga: Militer India Tuding China Lakukan Provokasi Baru di Perbatasan

Dua negara, yang saling berebut Lembah Galwan sejak 1952, saling menuding sudah melakukan pelanggaran untuk memperluas teritori mereka.

Tudingan pertama pelanggaran Garis Kontrol Aktual (LAC) pertama muncul pada Sabtu pekan lalu (29/8/2020), kemudian muncul lagi Senin (31/8/2020).

Kedua belah pihak tidak menyebut jumlah korban. Namun keterangan berbeda disampaikan Dolkar Lhagyari, anggota parlemen Tibet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir AFP Rabu (2/9/2020), dia mengaku ada anggota pasukan khusus yang "menjadi martir" dalam bentrok yang terjadi Sabtu malam.

Politisi yang kini dalam masa pengasingan itu menuturkan, banyak juga anggota unit itu, berasal dari etnis Tibet, terluka.

Baca juga: Buntut Konflik Perbatasan, Hotel-hotel New Delhi Tolak Tamu dari China

"Provokasi dengan pergerakan militer"

Dalam insiden terbaru, Kementerian Pertahanan India mengklaim bahwa negara tetangganya "melakukan provokasi dengan menggerakkan militer" pada Sabtu.

Sementara melalui kementerian luar negerinya, New Delhi menyebut "Negeri Panda" adalah dalang insiden terbaru pada Senin, bahkan ketika dua komandan masih terlibat diskusi.

Media setempat mengutip sumber internal militer melaporkan, tentara China berusaha mengambil alih puncak bukit yang secara tradisional diklaim Delhi.

Puncak bukit tersebut terletak di sekitar Pangong Tso, sebuah danau yang berlokasi sekitar 4.200 meter dari permukaan laut.

Baca juga: China Bantah 40 Tentaranya Jadi Korban dalam Konflik Perbatasan dengan India

Sementara harian The Business Standard memberitakan, pasukan khusus India (SFF) mengambil alih tempat yang dianggap sebagai wilayah "Negeri Panda".

Sementara Beijing menyatakan bahwa justru negara yang terkenal dengan Taj Mahal itu sudah melanggar kedaulatan mereka, dan meminta militer mereka ditarik.

Sejak baku pukul melibatkan tongkat hingga batu Juni lalu, dua negara berpopulasi terbesar dunia itu disebut mengerahkan puluhan ribu tentara ke perbatasan.

Selain itu, insiden tersebut juga berimbas pada perekonomian, di mana publik kini menekan agar pemeirntah melakukan boikot produk China.

Selain melarang aplikasi seperti TikTok, Delhi juga membekukan kontrak perusahaan China, dan menahan barang-barang mereka di bea cukai.

Baca juga: Konflik Perbatasan, Menteri India Klaim 40 Tentara China Tewas


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biden Ancam Perang Betulan Jika AS Terus Jadi Target Serangan Siber

Biden Ancam Perang Betulan Jika AS Terus Jadi Target Serangan Siber

Global
POPULER GLOBAL: Video Atlet Buktikan Klaim Tempat Tidur Anti-seks di Olympic Village | AS Kirim Jet Temput F-22 untuk Hadapi China

POPULER GLOBAL: Video Atlet Buktikan Klaim Tempat Tidur Anti-seks di Olympic Village | AS Kirim Jet Temput F-22 untuk Hadapi China

Global
Bawa Sebatang Besi, Warga Palestina Dibunuh Tentara Israel

Bawa Sebatang Besi, Warga Palestina Dibunuh Tentara Israel

Global
UPDATE Ledakan Pabrik Kimia Jerman: Satu Orang Tewas, Empat Masih Hilang

UPDATE Ledakan Pabrik Kimia Jerman: Satu Orang Tewas, Empat Masih Hilang

Global
Bongkahan Safir Bintang Terbesar di Dunia Ditemukan di Sri Lanka, Ditaksir Nilainya Rp 1,4 Triliun

Bongkahan Safir Bintang Terbesar di Dunia Ditemukan di Sri Lanka, Ditaksir Nilainya Rp 1,4 Triliun

Global
Haiti: Permintaan Maaf Jaringan TV Korea Selatan “Tidak Cukup” soal Deskripsi Negara di Pembukaan Olimpiade

Haiti: Permintaan Maaf Jaringan TV Korea Selatan “Tidak Cukup” soal Deskripsi Negara di Pembukaan Olimpiade

Global
Banjir Jerman: Sirine Peringatan Modern Mati, Biarawan Bunyikan “Lonceng Badai” Abad Pertengahan

Banjir Jerman: Sirine Peringatan Modern Mati, Biarawan Bunyikan “Lonceng Badai” Abad Pertengahan

Global
Tak Sadar Kamar Mandinya Tembus Pandang, Gadis Ini Disurati Tetangga

Tak Sadar Kamar Mandinya Tembus Pandang, Gadis Ini Disurati Tetangga

Global
Faskes Ibu Kota Penuh, Thailand Kirim Pasien Covid-19 ke Kampungnya dengan Kereta Api

Faskes Ibu Kota Penuh, Thailand Kirim Pasien Covid-19 ke Kampungnya dengan Kereta Api

Global
Gara-gara Pakai Celana Jins, Seorang Gadis di India Dibunuh Keluarga Sendiri

Gara-gara Pakai Celana Jins, Seorang Gadis di India Dibunuh Keluarga Sendiri

Global
Ketika T-Rex Jemput Adik Pulang Sekolah dan Jumpa Fans dengan Anak-anak

Ketika T-Rex Jemput Adik Pulang Sekolah dan Jumpa Fans dengan Anak-anak

Global
Robot Hitam ala Film Fiksi Ilmiah Meriahkan Olimpiade Tokyo, Apa Kemampuannya?

Robot Hitam ala Film Fiksi Ilmiah Meriahkan Olimpiade Tokyo, Apa Kemampuannya?

Global
Rusia Tak Boleh Pakai Nama, Bendera, dan Lagu Kebangsaan di Olimpiade Tokyo, Mengapa?

Rusia Tak Boleh Pakai Nama, Bendera, dan Lagu Kebangsaan di Olimpiade Tokyo, Mengapa?

Global
Bikin Konten Berbahaya Pura-pura Tersambar Kereta Api, Influencer India Langsung Dipolisikan

Bikin Konten Berbahaya Pura-pura Tersambar Kereta Api, Influencer India Langsung Dipolisikan

Global
Peneliti Temukan Komet Terbesar, Seribu Kali Lebih Besar dari Lainnya

Peneliti Temukan Komet Terbesar, Seribu Kali Lebih Besar dari Lainnya

Global
komentar
Close Ads X