Kompas.com - 01/09/2020, 15:02 WIB
Jet tempur Mirage-2000 milik Angkatan Udara Taiwan saat latihan militer di Hsinchu, Januari 2019. REUTERS / TYRONE SIUJet tempur Mirage-2000 milik Angkatan Udara Taiwan saat latihan militer di Hsinchu, Januari 2019.

TAIPEI, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Taiwan menerangkan, militer China memang semakin kuat. Tapi, mereka dinilai masih belum mampu menggempur mereka.

Dalam pidatonya tahun lalu, Presiden Xi Jinping menyiratkan bahwa mereka bisa memaksa Taipei kembali ke pangkuan mereka dengan kekerasam.

Baca juga: Diancam China, Ketua Senat Ceko: Saya adalah Orang Taiwan

Karena itu, China semakin meningkatkan keberadaan mereka di wilayah yang diklaim masuk kedaulatan mereka, di mana Taipei tak tertarik untuk bergabung.

Sejak menjabat pada 2013, Xi Jinping sudah melakukan modernisasi terhadap angkatan bersenjata "Negeri Panda", dilaporkan Reuters Senin (31/8/2020).

Selain menambahkan jet tempur siluman dan kapal induk, angkatan udara dan laut China sering menggelar latihan atau melewati Selat Taiwan.

Dalam laporan tahunan mengenai perkembangan kekuatan tetangganya itu ke parlemen, kemenhan menjabarkan skenario serangan Beijing, termasuk blokade dan menyerang kawasan pesisir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakan bahwa militer "Negeri Panda" terus memperkuat latihan menembak, termasuk mengembangkan teknologi persenjataan maupun taktik pertempuran baru.

"Tetapi mengenai strategi melawan Taiwan, mereka masih dibatasi kondisi geografis selat dengan kemampuan logis serta pendaratannya tidak memadai," jelas kemenhan.

Dalam keterangan kementerian pertahanan, Beijing disebut belum mempunyai kemampuan yang cukup menggelar serangan skala penuh terhadap mereka.

Sejak berkuasa pada 2016, Presiden Tsai Ing-wen berusaha memodernisasi militer negaranya. Tak hanya menggalakkan produksi dalam negeri.

Namun juga terus membeli dari Amerika Serikat (AS), negara adidaya lain yang menjadi pendukung sekaligus penyedia senjata utama mereka.

Kementerian melanjutkan, saat ini mereka masih terus memantau ancaman dari China. Mereka mengaku tidak takut berperang meski cenderung ingin menghindarinya.

Baca juga: Dikecam China karena Pejabatnya Kunjungi Taiwan, Menlu Ceko: Keterlaluan


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Skandal Kontaminasi Darah 1970-an yang Tewaskan Puluhan Murid di Inggris Dibuka Kembali

Global
Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Wabah Tikus Melanda Australia, Ratusan Napi Dievakuasi dari Penjara

Global
Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Pemimpin Baru Iran Bersikeras Tidak Mau Negosiasi dengan AS Soal Nuklir

Global
Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Menteri Luar Negeri Baru Israel Akan Lakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Global
Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Sebuah Buku Ungkap Trump Pernah Ingin Pindahkan Warga AS yang Terinfeksi Covid-19 ke Teluk Guantanamo

Global
Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Perusahaan Negara Myanmar di Sektor Permata dan Kayu Kena Sanksi Baru Uni Eropa

Global
Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Rusia dan Junta Militer Myanmar Nyatakan Komitmen Perkuat Hubungan Dua Negara

Global
WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

WHO: Puluhan Negara Miskin Kehabisan Dosis Vaksin Covid-19

Global
Biden Umumkan Daftar Negara yang Dapat Vaksin Covid-19 AS, Termasuk Indonesia

Biden Umumkan Daftar Negara yang Dapat Vaksin Covid-19 AS, Termasuk Indonesia

Global
POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

POPULER GLOBAL: “Armada Hantu” Iran Jual Minyak ke China | Pria Kaget Anaknya Ternyata Pamannya

Global
Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Biografi Tokoh Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian yang Mendunia

Internasional
Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Israel Makin Canggih, Kini Punya Laser untuk Tembak Jatuh Drone

Global
Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Puluhan Anjing Diselamatkan Aktivis Sebelum Jadi Hidangan di Festival Daging Anjing di China

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Pemimpin Junta Militer Myanmar ke Luar Negeri untuk Kedua Kalinya Pasca-KTT

Global
Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Terkait Nuklir, PM Baru Israel Sebut Presiden Baru Iran Algojo Brutal

Global
komentar
Close Ads X