Oman, Bahrain dan Sudan Diyakini Akan Ikuti Langkah UEA

Kompas.com - 31/08/2020, 04:53 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah SilbigerPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa lebih banyak negara Arab dan Muslim kemungkinan besar akan mengikuti Uni Emirat Arab ( UEA) dalam menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pejabat Gedung Putih, Robert O’Brien, dan menantu Trump, serta penasihat senior Jared Kushner, bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem, pada malam pembicaraan di Abu Dhabi pada Senin (31/8/2020) untuk menyelesaikan hubungan formal Israel-UEA.

Baca juga: UEA Keluarkan Dekrit, Resmikan Hubungan Damai dengan Israel

Israel dan UEA mengumumkan pada 13 Agustus bahwa mereka akan menjalin hubungan resmi di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Washington.

Langkah diplomatik membentuk kembali tatanan Timur Tengah, dari masalah Palestina hingga hubungan dengan Iran.

"Kami percaya bahwa negara Arab dan Muslim lainnya akan segera mengikuti jejak Uni Emirat Arab dan menormalkan hubungan dengan Israel," kata O'Brien kepada wartawan setelah pembicaraan di kediaman Netanyahu, seperti yang dilansir dari Reuters pada Minggu (30/8/2020).

Baca juga: Pertengahan September, Israel Ingin Seremoni Penandatanganan Perjanjian dengan UEA Beres

Dia tidak menyebutkan nama negara bagian itu, tetapi pejabat Israel telah secara terbuka menyebut Oman, Bahrain dan Sudan.

Sementara, warga Palestina mengutuk langkah UEA sebagai pengabaian kebijakan, ketika memiliki hubungan resmi dengan Israel, maka UEA mengabaikan tujuan status kenegaraan Palestina di wilayah yang direbut oleh Israel dalam perang 1967.

Pemerintahan Trump telah mencoba membujuk negara-negara Arab Sunni lainnya yang memiliki keprihatinan yang sama dengan Israel tentang Iran untuk bergabung dalam mendorongan perdamaian regional.

Baca juga: Menantu Donald Trump Akan Jadi Orang Pertama yang Naik Penerbangan Komersial Israel-UEA

Pertunjukkan yang tidak berarti

Di Tepi Barat yang diduduki Israel, Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan bahwa Kushner dan timnya "berusaha keras untuk meyakinkan sebanyak mungkin pemimpin Arab dan Muslim", untuk menghadiri acara penandatanganan Gedung Putih dan memberikan Trump dorongan menjelang pemilihan presiden AS 3 November.

"Mereka akan menjadi penyangga dengan latar belakang tontonan yang tidak berarti untuk kesepakatan konyol yang tidak akan membawa perdamaian ke wilayah tersebut," kata Ashrawi.

Pada Sabtu (29/8/2020), UEA mengumumkan akan membatalkan boikot ekonominya terhadap Israel.

Pejabat dari kedua negara mengatakan mereka sedang mencari kerja sama di bidang pertahanan, kedokteran, pertanian, pariwisata, dan teknologi.

Baca juga: Menlu AS akan Kunjungi UEA dan Israel, Iran dan China akan Dibahas

Netanyahu mengatakan kepada wartawan bahwa menghapus "boikot anakronistik" membuka pintu bagi perdagangan, pariwisata, dan investasi yang "tak terbatas".

Pernyataan yang dikeluarkan oleh UEA dan Israel pada Minggu, melalui menteri negara UEA dan menteri pertanian Israel berbicara melalui telepon pada Jumat dan "berjanji untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek yang menangani ketahanan pangan dan air".

UEA sebagai negara gurun, bergantung pada impor untuk sekitar 80 - 90 persen makanannya, dan telah sangat mendorong investasi dalam beberapa tahun terakhir dalam teknologi pertanian dan investasi lahan pertanian di luar negeri.

Baca juga: UEA Bantah Sepakati Kerja Sama Pertahanan dengan Israel


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X