Balita 3 Tahun Terseret Layang-layang dan Terbang, Saksi Berteriak Histeris

Kompas.com - 30/08/2020, 21:06 WIB
Balita berusia 3 tahun terseret layang-layang dan terbang dalam Festival Layang-layang Internasional di Hsinchu, Taiwan, Minggu (30/8/2020). Dainese Hsu via AP PhotoBalita berusia 3 tahun terseret layang-layang dan terbang dalam Festival Layang-layang Internasional di Hsinchu, Taiwan, Minggu (30/8/2020).

HSINCHU, KOMPAS.com – Seorang balita berusia 3 tahun ikut terbang sejauh 10 meter ke udara setelah terbelit ekor layang-layang raksasa.

Gadis cilik tersebut terseret layang-layang raksasa dalam Festival Layang-layang Internasional Kota Hsinchu pada Minggu (30/8/2020).

Sekitar pukul 15.40 waktu setempat, bagian ekor layang-layang membelit tubuh balita itu karena angin kencang sebagaimana dilansir dari Taiwan English News.

Setelah terbelit, gadis kecil itu terangkat ke udara oleh layang-layang tersebut.

Layang-layang itu mengombang-ambingkan tubuh balita itu dengan cukup keras di udara.

Baca juga: Sumpah Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Tidak akan Menyerah dari Tekanan China


Para saksi berteriak histeris dan berkumpul di bawah gadis itu untuk bersiap menangkapnya.

Dilansir dari Associated Press, layang-layang itu memutar balita beberapa kali di atas kerumunan orang dewasa.

Mereka lantas berjuang untuk menarik layang-layang kembali ke tanah.

Gadis itu terombang-ambing selama lebih dari 30 detik sampai akhirnya layang-layang itu turun dan orang-orang berhasil menangkap gadis itu.

Dilaporkan Apple Daily, balita itu menderita luka ringan di lehernya dan wajahnya memar.

Baca juga: Taiwan Tuding China Ada di Balik Serangan Siber ke 10 Lembaga Negara

Kendati demikian, gadis cilik itu tidak mengalami cidera serius selain luka ringan dan memar di wajah.

Pemerintah Kota Hsinchu segera menangguhkan festival layang-layang tersebut, dan berjanji akan melaksanakan peninjauan keamanan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Dianggap Mengglorifikasi Kekerasan, Twit Mahathir Mohammad Dihapus

Global
AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

AS Sahkan Warganya Cantumkan Israel sebagai Negara dari Yerusalem di Paspor

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

[Biografi Tokoh Dunia] Kim Yo Jong, Adik Kim Jong Un yang Jabatannya Terus Menanjak

Global
Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis

Global
Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Rebut Wilayah Pendudukan Armenia, Azerbaijan Bentuk Administrasi Khusus

Global
Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Sekitar 140 Migran Afrika Tenggelam dalam Kecelakaan di Lepas Pantai Senegal

Global
Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Muslim Perancis Prihatin dan Bersimpati atas Pembunuhan di Gereja Kota Nice

Global
Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Mantan Anti-masker Terinfeksi Covid-19, Kini Anggap Serius Pandemi

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Beri Hak Suara Lebih Awal

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Beri Hak Suara Lebih Awal

Global
Bunuh Pejabat Korea Selatan, Korea Utara Justru Salahkan Seoul

Bunuh Pejabat Korea Selatan, Korea Utara Justru Salahkan Seoul

Global
China Bantah Tuduhan Menlu AS dan Balik Serang

China Bantah Tuduhan Menlu AS dan Balik Serang

Global
Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Emmanuel Macron: Perancis 'Sedang Diserang'

Global
Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Status Darurat Tertinggi, Perancis Terjunkan 4.000 Personel Tentara Buntut 2 Serangan dalam Sehari

Global
[POPULER GLOBAL] 3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal | Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

[POPULER GLOBAL] 3 Korban Tewas dalam Penyerangan Pisau di Perancis, Salah Satunya Dipenggal | Kronologi Serangan Pisau di Gereja Nice Perancis, 1 Wanita Dipenggal

Global
Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

Palestina Desak PBB Bahas Perdamaian di Timur Tengah

Global
komentar
Close Ads X